IFBC Banner

Beredar di Medsos Fenomena Aphelion Bikin Suhu di Indonesia Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Kamis, 10 Februari 2022 – 13:09 WIB

Ilustrasi fenomena Aphelion (Foto:Istimewa)

Ilustrasi fenomena Aphelion (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan tentang fenomena Aphelion yang merupakan peristiwa astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran Juli, di mana posisi Matahari berada pada titik jarak terjauh dari Bumi.

Sebelumnya beredar pesan "broadcast" di media sosial bahwa cuaca dingin di Indonesia belakangan ini terjadi karena jarak Bumi dan Matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi atau Aphelion.

Pesan itu mengatakan saat berada di titik Aphelion, cuaca di Bumi akan cenderung lebih dingin dibandingkan dengan periode lainnya.

Plt Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Urip Haryoko menegaskan, informasi yang beredar di media sosial (medsos) khusus di WhatsApp Group (WAG) tentang suhu dingin di Indonesia karena adanya fenomena Aphelion merupakan hoax.

"Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu di Bumi. Hal itu termasuk pada periode Bumi letaknya lebih dekat dengan Matahari (Perihelion)," kata Pelaksana Tugas Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko, dilansir dari keterangan resmi BMKG.

Urip menjelaskan, periode fenomena ini puncaknya terjadi pada Juli mendatang, sedangkan Perihelion adalah Januari kemarin.

Ketika Aphelion berlangsung, lanjutnya, posisi Matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari Bumi, namun kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

"Dengan begitu, cuaca dingin bukan karena Aphelion, tetapi karena faktor-faktor lain di luar sebab Bumi berada di jarak terjauh dari Matahari," ujar dia.

Pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim hujan dengan masa puncak terjadi pada Februari 2022.

Hal ini, menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia. Padahal, faktanya penurunan suhu di masa pergantian tahun banyak disebabkan faktor di luar itu.