Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Polisi Gerebek Penampungan Ribuan Benih Lobster di Lampung

Sabtu, 13 Juli 2019 – 17:30 WIB

Baby Lobster (ist)

Baby Lobster (ist)

JAKARTA, REQnews - Polda Lampung berhasil menggerebek lokasi penampungan dan pengemasan 366.650 benih lobster di dua lokasi berbeda di Kota Bandarlampung, baru-baru ini.

Dua lokasi penggerebakan tersebut adalah di Kampung Sawah, Kecamatan Telukbetung Selatan dan Perum Nila Kandi, Kecamatan Bumi Waras.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad berkata penggerebekan itu bermula dari laporan masyarakat kepada aparat dengan nomor laporan LP.A/966&967/VII/2019/LPG/SPKT tanggal 11 Juli 2019. 

"Kemudian anggota dari Ditreskrimsus Polda Lampung menindaklanjuti dengan mendatangi penampungan dan pengemasan benih lobster tersebut. Pertama anggota mendatangi lokasi Kampung Sawah dan kemudian di Perum Nila Kandi," kata Pandra di Bandarlampung, Jumat 12 Juli 2019.

Pandra menjelaskan, rencananya lobster tersebut akan diselundupkan dengan cara dikirim ke Jambi melalui jalur darat. Namun, sebelum dikirim, benih lobster tersebut berhasil digagalkan dari penampungannya.

Penggerebekan dua lokasi itu, anggota berhasil mengamankan sebanyak 18 orang pekerja yang bertugas melakukan penghitungan, pengemasan, dan pengepakan. Sebanyak 18 orang pekerja dari dua lokasi itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pertama, polisi berhasil mengamankan sebanyak sepuluh orang dari TKP Kampung Sawah.  yakni AR, A, A, AH, AS, AHS, M, S, SW, dan Z. Dari mereka anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa 1.27.100 ekor benih lobster jenis mutiara berukuran satu sentimeter dan 279.550 ekor benih lobster jenis pasir berukuran 0,9 sentimeter.

Selanjutnya dari TKP Perum Nila Kandi anggota mengamankan sebanyak delapan orang tersangka, yakni AT, I, LB, LR, R, UJ, JF, dan K. Dari mereka anggota berhasil mengamankan barang bukti 60 ribu ekor benih lobster. Total keseluruhan sebanyak 366.650 ekor dengan kerugian sebesar Rp48,2 miliar.

Dalam perkara tersebut, 18 orang tersangka dikenakan pasal 88 juncto pasal 16 ayat 1 dan pasal 86 ayat 1 juncto pasal 12 ayat 1 UU RI No. 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004. Adapun ancaman kurungan penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.