IFBC Banner

Der Spiegel: Rusia Invasi Ukraina 16 Februari

Sabtu, 12 Februari 2022 – 17:39 WIB

Foto: Itar TASS

Foto: Itar TASS

Berlin, REQNews.com -- Rusia berencana menyerang Ukraina, Rabu 16 Februari 2022, yang membuat Presiden AS Joe Biden menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu 12 Februari, sebagai upaya mencegah perang.

Der Spiegel, surat kabar Jerman, melaporkan Dinas Rahasia AS (CIA) dan Pentagon menerima informasi sangat rinci tentang rencana invasi yang akan dimulai 16 Februari.

Informasi itu diteruskan ke Joe Biden, dan dibahas dalam serangkaian pertemuan rahasia dengan NATO.

Menurut Der Spiegel, informasi itu berisi rute khusus yang mungkin diambil unit pasukan Rusia, dan peran apa yang mungkin mereka mainkan dalam konflik. Der Spiegel memberitakan AS sedang mempertimbangkan apakah akan membuat rencana publik sebagai upaya melemahkan Rusia.

Namun ketakutan akan invasi AS ke Ukraina saat ini dicap sebagai alarmist, dan gejala histeria AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menulis di Telegram; "Histeria Gedung Putih lebih terbuka dari sebelumnya. Anglo-Saxon membutuhkan perang dengan semua biaya."

Zhakarova melanjutkan: "Provokasi, disinsformasi, dan ancaman, adalah metode favorit AS dan NATO untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri."

Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Joe Biden dan Vladimir Putin akan membahas krisis Ukraina melalui telepon hari ini, atau hanya beberapa jam setelah ribuan orang Inggris dan AS diperingatkan untuk meninggalkan Kiev selagi mereka bisa.

Peringatan datang di tengah kekhawatiran bahwa Putin dapat meluncurkan pemboman udara ke Kiev, yang berisiko menimbulkan korban tewas warga sipil sangat tinggi.

Beberapa negara lain juga meminta warganya meninggalkan Ukraina. Belgia, misalnya, memperingatkan tidak akan ada jaminan evakuasi menyusul kemerosotan mendadak. Hubungan telepon dan Internet juga akan terpengaruh serius dan perjalanan udara terhambat.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken hari ini memperingatkan bahwa krisis telah mencapai momen penting. Ia menambahkan terus ada tanda-tanda eskalasi militer Rusia yang sangat mengganggu, termasuk pasukan yang baru tiba di perbatasan Ukraina.

Gambar yang dirilis Sabtu 12 Februari menunjukan pasukan Rusia dan Belarusia menguji beberapa peluncur roket yang dipasang di truk berkamuflase salju. Saat yang sama Rusia meluncurkan latihan besar di Laut Hitam.

Dubes Rusia di AS Anatoly Antonov mengatakan kepada Newsweek bahwa negaranya tidak akan menyerang siapa pun. Tobias Ellwood, ketua Defense Select Committee, menyebut krisis Ukraina sebagai momen krisis Kuba dan menyeru NATO yang dipimpin Inggris berada di negara itu.