Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Cegah Penyimpangan Seksual, Lapas Cianjur Beri Pembinaan Agama

Minggu, 14 Juli 2019 – 13:30 WIB

Ilustrasi Warga Binaan Lapas Cianjur (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Warga Binaan Lapas Cianjur (Foto: Istimewa)

CIANJUR, REQnews - Isu penyimpangan seksual sesama jenis di sejumlah Lembaga Permasyarakatan ( Lapas) di Indonesia memunculkan polemik di masyarakat. Bahkan ada kekhawatiran hal tersebut dapat memicu penyebaran penyakit HIV/AIDS di balik penjara. Sebagai pencegahan, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Cianjur, Jawa Barat, akan mendapat pemeriksaan dan pembinaan. Terutama meminimalisir hubungan sesama jenis atau laki-laki seks laki-laki (LSL) di dalam lapas. Upaya itu dilakukan lantaran ada narapidana yang memang mengalami penyimpangan seksual beberapa tahun lalu. Kepala Subseksi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Cianjur, Fani Andika mengatakan, warga binaan yang mengalami penyimpangan seks tersebut, langsung dipindahkan ke Lapas Sukabumi. "Hingga saat ini narapidana yang mengidap penyimpangan seksual, belum terdata lagi karena perilaku tersebut dilakukan secara tertutup dan personal," kata Fani di Cianjur, Minggu 14 Juli 2019. Kata dia, petugas kesulitan untuk mendeteksi perbuatan seks menyimpang tersebut. Tidak menutup kemungkinan masih ada, terlebih sebagian besar ruangan tahanan kelebihan kapasitas. Sementara Kalapas Kelas IIB Cianjur, Gumilar, mengatakan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan dengan pembinaan terutama secara keagamaan. "Saat ini ada beberapa orang warga binaan waria yang selnya dipisahkan dengan narapidana lain. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual," katanya. Terpisah, ekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur Hilman menyebutkan potensi terjadinya penyimpangan seksual di dalam lapas cukup besar. Karena narapidana merupakan manusia biasa yang memiliki kebutuhan untuk berhubungan seksual. Ketika kebutuhan biologisnya muncul, ungkap dia, namun kondisinya semua warga binaan satu jenis, membuat penyimpangan seks dapat saja terjadi. Bahkan mereka yang semula tidak suka sesama jenis karena pernah menjadi korban pelecehan akan menjadi pelaku di dalam lapas. Pihaknya berharap lapas menyediakan ruangan khusus untuk narapidana menyalurkan kebutuhan biologisnya dengan pasangan yang sah saat menjenguk. "Perlu ada upaya dan solusi karena penyimpangan seks akan meningkatkan risiko penyakit terutama HIV/AIDS," katanya. (KIY)