IFBC Banner

Pria Bucin Asal Bantul yang Jual Prabotan Orang Tua Demi Memanjakan Pacar Kembali Ditangkap Polisi

Selasa, 15 Februari 2022 – 11:35 WIB

 Dwi Rahayu Saputro pria asal Bantul yang jual prabotan ibu untuk membahagiakan pacarnya (Foto:Istimewa)

Dwi Rahayu Saputro pria asal Bantul yang jual prabotan ibu untuk membahagiakan pacarnya (Foto:Istimewa)

BANTUL, REQNews - Dwi Rahayu Saputro (DRS) pria berusia 24 ini kembali ditangkap Jajaran reskrim Polres Bantul usai kembali dilaporkan ibunya Paliyem (53) warga Paten, Srihardono, Pundong, Bantul, DIY.

Sebelumnya DRS sempat viral karena menjual perabotan orang tuanya hingga atap rumah ibunya bolong karena gentengnya pun dijual. Semua itu dia lakukan untuk memenuhi kebutuhannya dan membahagiakan dengan membelikan barang-barang untuk pacarnya.

DRS sempat dibebaskan karena ibunya mencabut laporan, tapi ternyata itu tidak membuat jera, DRS kembali melakukan perbuatan menjual perabotan padahal baru seminggu dibebaskan. Bahkan dia melakukan kekerasan pada ibunya yang tidak bisa menyediakan uang Rp 1 juta sesuai permintaannya, sejak itu ibunya pergi dari rumah dan tinggal dengan kerabat karena ketakutan.

Ketika DRS hendak kembali menjual perabotan orang tuanya, masyarakat beserta RT setempat menghentikan aksinya. Padahal barang-barang yang akan dijualnya merupakan pemberian orang-orang yang kasihan pada ibunya karena perabotanya habis dijual anakanya.

Paliyem melaporkan DRS anak kandungnya sendiri karena untuk kesekian kalinya telah menjual perabot rumah tangga miliknya demi memanjakan pacarnya. Kepada polisi DRS juga mengaku hasil penjualan perabotan rumah milik ibunya digunakan untuk memanjakan pacarnya.

"Setelah adanya laporan, kami menangkap dan menahan (DRS), Minggu 13 Februari 2022 saat yang bersangkutan pulang ke rumahnya (Pundong)," ungkap Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Archye Nevadha kepada wartawan di Kabupaten Bantul, Selasa 15 Februari 2022.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap DRS, polisi kemudian menetapkan DRS sebagai tersangka. Selain mengamankan DRS, polisi juga memanggil pacar DRS untuk dimintai keterangan.

"Ketika kami mengamankan DRS kami mendapati pacar tersangka, dan kami bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Archye menambahkan untuk pacar DRS saat ini masih berstatus sebagai saksi. Pasalnya, pacar DRS mengetahui semuanya perbuatan pacarnya.

"Status pacarnya masih saksi dan ini masih pacar yang sama. Karena pacarnya mengetahui terkait tindakan yang dilakukan oleh pelaku," imbuhnya.

"DRS membawa kompor gas kemudian menjualnya pada saat perjalanan ke tempat pacarnya di Jawa Timur. Kalau uangnya itu dari keterangan sudah digunakan (DRS) untuk kebutuhan pribadi dan untuk membelikan barang untuk pacarnya," ujarnya.

Archye menegaskan bahwa motif pelaku menjual perabot milik ibunya ini masih sama dengan kejadian yang pertama pada bulan November 2021 lalu yakni memenuhi kebutuhan sehari-hari dan diberikan kepada pacarnya.

DRS yang tidak memiliki penghasilan tetap sehingga tanpa sepengetahuan ibunya nekat menjual perabotan rumah.

Perbuatan DRS ini dijerat pasal 363 KUHP juncto pasal 367 ayat 2 KUHP juncto pasal 65 ayat KUHP ayat 1. Merujuk pasal berlapis tersebut, DRS terancam hukuman 9 tahun penjara.