IFBC Banner

Viral Video ABG Gay di Banjarnegara, Dua Pemeran Jadi Tersangka!

Selasa, 15 Februari 2022 – 13:32 WIB

Ilustrasi penangkapan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi penangkapan (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA, REQnews - Polisi menetapkan dua tersangka pemeran dalam potongan video ABG gay Banjarnegara, Jawa Tengah yang viral di media sosial pada Januari 2022 lalu.

Polisi menyebut bahwa salah seorang pemeran video gay itu merupakan siswa kelas I SMA berinisial V (17), sementara pemeran lainnya berinisial J (24).

"Pelaku adalah siswa SMA kelas I. Dari situ kami menangkap pelaku," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto dalam konferensi pers pada Senin 14 Februari 2022.

Ia menyebut bahwa tersangka menjual konten video gay tersebut dengan harga Rp 150 ribu per link yang dibagikan.

"Dari hasil pemeriksaan, dua tersangka ini menjual konten video yang mereka buat melalui media sosial. Tarifnya Rp 150 ribu per link," katanya.

Kepada pihak kepolisian, tersangka mengaku sudah mulai menjual videonya bersama pasangan gay tersebut sejak November 2021 lalu.

Hendri mengatakan bahwa pelaku J membagikan link kepada pembelinya agar bisa mengunduh video. "Para member-nya membeli link yang mereka buat," lanjutnya.

Selama dua bulan menjual video tersebut, tersangka berhasil meraup Rp 17 juta yang dibagi untuk keduanya.

Bahkan oleh salah seorang tersangka, uang hasil penjualan video telah dibelikan sepeda motor, sedangkan sisanya untuk bersenang-senang.

"Dari penjualan video, Rp 10 juta sudah digunakan untuk membeli motor oleh tersangka J dan sisanya untuk happy-happy," kata dia.

Lebih lanjut, berdasarkan foto yang beredar, pelaku diduga membuat konten tersebu di area persawahan dengan menggunakan kamera ponsel.

"Ini dilakukan di area persawahan. Salah satu area persawahan di wilayah hukum Banjarnegara," tambahnya.

"Jadi tersangka membuat cuplikan. Satu video yang viral pada Januari 2022, dibagi menjadi beberapa bagian. Dari part (bagian) 1 sampai part 7," lanjutnya.

Karena perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008. 

"Ada dua pasal yang kami kenakan, yakni UU ITE dan UU Pornografi. Dengan ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," ujar Hendri.