IFBC Banner

Dengan Identitas Palsu, Sindikat Ini Datangi Bank Ngaku Pemilik Rekening Bobol Miliaran Rupiah

Minggu, 20 Februari 2022 – 11:01 WIB

Pelaku Pembobol Rekening Bank (Foto:Antara)

Pelaku Pembobol Rekening Bank (Foto:Antara)

SEMARANG, REQNews - Enam anggota sindikat pembobol nasabah bank yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah berhasil dibekuk jajaran Polrestabes Semarang.

IFBC Banner


Keenam tersangka yang diringkus tersebut masing-masing Khairun Fahrints (28), Muhammad Andi Syahputra (30), Rendi Dwi Putra (35), dan Taufiq Ramadana (32) masing-masing warga Kota Medan.

Sementara dua pelaku lainnya berjenis kelamin perempuan, bernamaa Kiki Handayani (25) warga Kabupaten Asahan, dan Windari (23) warga Kabupaten Batubara.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar di Semarang, mengatakan para pelaku ukses menggasak uang milik dua nasabah dengan total kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

"Keenam pelaku berasal dari wilayah Sumatera sengaja datang ke Semarang untuk beraksi di sebuah bank BUMN di Ibu Kota Jawa Tengah," Ujarnya, Sabtu 19 Februari 2022..

Menurut dia, aksi sindikat ini bermula ketika keenam pelaku datang ke Semarang pada 15 Februari 2022.

Pada keesokan harinya, kata dia, pelaku yang sudah membekali diri dokumen palsu, seperti KTP elektronik, buku tabungan, serta spesimen tanda tangan calon korbannya langsung mendatangi bank yang ditarget.

Ia menuturkan terdapat dua pelaku yang masing-masing berpura-pura menjadi nasabah pemilik rekening yang akan dibobol.

"Jadi nasabah yang rekening nya dibobol ini tidak tinggal Semarang," ungkapnya.

Setelah sukses membobol rekening korban di tujuh kantor cabang bank yang berbeda, komplotan ini langsung kabur ke solo.

Kepolisian langsung menelusuri rekaman CCTV untuk mengetahui jejak komplotan tersebut.

Keenam pelaku diringkus saat menginap di salah satu hotel di Kota Solo pada 17 Februari 2022.

"Di Solo ini rencananya sindikat ini juga akan melakukan aksi serupa," ucapnya.

Dalam penangkapan ini polisi mengamankan 10 dokumen perbankan yang dipalsukan yang akan digunakan menarik uang milik calon korban.

Saat ini, polisi masih mendalami dugaan keterlibatan pegawai di internal bank yang dibobol tersebut.

Ia mengatakan komplotan ini diduga memperoleh data nasabah yang akan dibobol dari orang dalam bank.