Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Ribut dengan Tim Mawar, Pimred Tempo Ingin Selesaikan Masalah di Dewan Pers

Minggu, 14 Juli 2019 – 17:30 WIB

Pimred Majalah Tempo Budi Setyarso (Foto: Istimewa)

Pimred Majalah Tempo Budi Setyarso (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pasca Dewan Pers memutus Majalah Tempo melanggar kode etik, pemimpin redaksi media tersebut, Budi Setyarso langsung angkat bicara. Pihaknya berharap jika perkara Majalah Tempo edisi Tim Mawar dan Rusuh Sarinah diharapkan selesai dengan keluarnya rekomendasi Dewan Pers.

Dewan Pers sebelumnya menganggap tulisan yang dipersoalkan telah memenuhi kaidah pers, yakni klarifikasi, verifikasi dan memberi kesempatan konfirmasi kepada objek tulisan, yakni penggunaan judul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah". Tulisan itu dinilai memuat opini yang menghakimi serta berlebihan karena Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998 telah bubar.

"Hanya judul Tim Mawar yang oleh Dewan Pers dianggap memuat opini yang menghakimi. Karena itu, kami memenuhi rekomendasi Dewan Pers agar Tempo memuat hak jawab pengadu," kata Budi Setyarso di Jakarta, Minggu 14 Juli 2019.

Selain dimuat dalam majalah edisi berikutnya, berita yang diadukan juga harus dimuat dalam media siber Tempo berupa hak jawab dari Chairawan disertai permintaan maaf yang ditautkan dengan berita yang diadukan.

Keputusan dan rekomendasi tersebut bersifat final dan mengikat secara etik setelah kasusnya diproses berdasarkan kewenangan yang dimiliki Dewan Pers berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Menurut dia, Dewan Pers merupakan tempat paling tepat untuk menyelesaikan sengketa pemberitaan. "Karena itu, semestinya selesai setelah ada rekomendasi dan tidak ada upaya hukum," ujar Budi.

Terpisah, kuasa hukum Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purnawirawan) Chairawan Nusyirwan, Herdiansyah, mengatakan kliennya sudah membuat surat pernyataan keberatan terhadap putusan Dewan Pers.

Untuk upaya hukum, ia mengatakan Chairawan belum mengambil keputusan. "Masih kami pikirkan. Kami lagi kaji dulu," ucap Herdiansyah. (KIY)