IFBC Banner

Kabar Baik! Indonesia Bisa Bebas Masker Akhir 2022 dengan 3 Kriteria Ini

Senin, 21 Februari 2022 – 17:32 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Beberapa negara di Eropa sudah mulai menerapkan pelonggaran ekstra terhadap aktivitas masyarakat, salah satunya seperti tidak lagi mewajibkan penggunaan masker di ruang publik.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Kapan masyarakat bisa kembali normal tanpa harus memakai masker?

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut, ada tiga kriteria sebagai tanda akhir pandemi Covid-19.

Pertama, kasus muncul dalam waktu empat atau enam bulan sekali. Kemunculan juga hanya terjadi pada daerah dengan cakupan vaksinasi rendah.

Kemudian kedua, Covid-19 tidak mendominasi penyakit infeksi atau memunculkan kondisi darurat. Sementara ketiga, vaksinasi telah mencapai 70 persen dari total populasi.

"Harus ada modal imunitas yang dominan, yang jelas tidak bisa kalau 50 persen. Harus di atas dari 50 persen, lebih dari setengah populasi sudah punya imunitas atau dua dosis," kata Dicky, seperti dikutip dari Merdeka, Senin 21 Februari 2022.

Ia merujuk pada wabah SARS yang muncul 2002 silam, dan berakhir pada 2004.

Dicky berpendapat, pandemi Covid-19 bisa berakhir pada akhir 2022. Meskipun kewenangan mencabut status pandemi dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Dengan catatan, negara-negara di dunia tidak gegabah melonggarkan aktivitas sosial.

"Kalau kita grasa grusu, kepengen cepat-cepat, padahal kemampuan belum ada, kondisi belum memungkinkan. Apapun kalau buru-buru, yang ada celaka," ujarnya.

Dicky menegaskan bahwa berdasarkan kesehatan, saat ini dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun, sejumlah negara melonggarkan aktivitas sosial karena dorongan ekonomi hingga politik.

"Jadi saya khawatir itu delusi. Jadi itu kalau tidak kuat, tidak memahami kondisi sesungguhnya berbahaya," kata dia.