IFBC Banner

Sempat Viral Anak Meninggal Usai Ditolak RSAL Merauke, Kolonel Hari Widjajanto: Proses Hukum!

Senin, 28 Februari 2022 – 00:12 WIB

Ilustrasi duka cita (Foto: Istimewa)

Ilustrasi duka cita (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Media sosial sempat dihebohkan dengan video berdurasi 2 menit 50 detik yang mengatakan bahwa ada penolakan pasien anak oleh Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Lantamal XI Merauke, Papua. Tak tinggal diam, TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan melakukan penyelidikan kejadian tersebut. Jika terbukti ada kelalaian maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

IFBC Banner


“Saya menyelidiki dan menelusuri kejadian ini, apakah ada kelalaian dari pihak RSAL Lantamal XI. Apabila ada, saya akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku”, kata Wakil Komandan Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Hari Widjajanto dalam keterangan resmi, Minggu 27 Februari 2022.

Adapun kronologi kejadian kata Hari, berawal saat RSAL Lantamal XI Merauke kedatangan pasien seorang anak berumur 10 tahun berinisial AM.

Pihak rumah sakit beralasan tidak memiliki dokter spesialis anak, sehingga diarahkan agar pasien dibawa ke RSUD Merauke yang disebut memiliki dokter anak dan fasilitas lebih lengkap.

Setibanya di RSUD Merauke, AM meninggal dunia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Julius Widjojono menegaskan bahwa pihak yang terbukti bersalah dalam penyelidikan akan dihukum sesuai ketentuan.

“Hal ini sudah menjadi komitmen dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Yudo Margono bahwa tidak akan ada prajurit yang lolos dari hukum karena hal ini sudah menjadi komitmen dari institusi TNI mulai dari Panglima TNI dan jajaran di bawahnya, prajurit yang salah akan diproses secara hukum,” jelas Julius dalam keterangan yang sama. 

"Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti," ujarnya.