IFBC Banner

Korban Kecelakaan Bus Tertabrak Kereta di Tulungagung Dapat Santunan, Ini Rinciannya

Senin, 28 Februari 2022 – 11:00 WIB

Kecelakaan antara Kereta Api Dhoho relasi Blitar-Surabaya dengan bus Harapan Jaya di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur (Foto: Istimewa)

Kecelakaan antara Kereta Api Dhoho relasi Blitar-Surabaya dengan bus Harapan Jaya di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Korban kecelakaan maut yang tertabrak kereta api saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu di Desa Ketanon, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mendapat santunan dari Jasa Raharja sesuai Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang. 

IFBC Banner


 

Dalam insiden ini, bus mengangkut 41 orang penumpang. Dari jumlah tersebut, 5 orang penumpang bus meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja Member of Indonesia Fiancial Group (IFG) Rivan A Purwantono, pihaknya memastikan seluruh penumpang bus pariwisata mendapat santunan meninggal dunia dan jaminan biaya perawatan luka-luka dari pihaknya.

 

"Ini merupakan wujud komitmen kehadiran negara melalui Jasa Raharja untuk senantiasa memberikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada masyarakat khususnya yang menjadi korban kecelakaan dan diharapkan dengan santunan ini dapat meringankan beban bagi ahli waris korban meninggal dunia mupun korban luka-luka," kata dia kepada wartawan, Minggu 27 Februari 2022.

Petugas Jasa Raharja bersama Unit Laka Lantas Polres Tulungagung kata Rivan langsung menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melakukan penanganan dan pendataan korban. Rivan juga mengatakan langkah proaktif tersebut tentunya dalam rangka untuk memastikan penyelesaian santunan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Kurang dari sembilan jam sejak waktu kejadian, ahli waris korban meninggal dunia telah menerima santunan sebesar Rp 50 juta. Untuk korban luka-luka, sudah diberikan surat jaminan kepada RS dr Iskak Tulunggang dimana seluruh biaya perawatan ditanggung Jasa Raharja sampai dengan maksimal Rp 20 juta." ucapnya. 

Adapun sesuai ketentuan, Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap orang yang meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat angkutan umum baik di darat, laut maupun udara.

Santunan, berasal dari dana iuran wajib kendaraan bermotor umum yang dibayarkan masyarakat pada saat membayar tiket angkutan umum. Hal tersebut menurutnya telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 Tahun 2017.