IFBC Banner

Temukan Produk Kopi Mengandung Bahan Kimia! BPOM Ungkap Bahayanya, Ternyata Begini

Jumat, 04 Maret 2022 – 20:05 WIB

Kepala BPOM RI Penny K Lukito (Foto: Istimewa)

Kepala BPOM RI Penny K Lukito (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi yang mengandung bahan kimia berupa sildenafil dan paracetamol, saat melakukan operasi penindakan produk ilegal obat tradisional hingga jenis pangan.

IFBC Banner


Kepala BPOM RI Penny K Lukito menyebut bahwa produk kopi tersebut sebelumnya beredar di Bogor dan Bandung, yang berlabel izin edar BPOM palsu. Nyatanya fasilitas produksi hingga bahan baku obat hingga pangan jenis kopi tidak memenuhi standar BPOM.

"Tidak hanya bahan tradisional obat tetapi ini juga pangan yang mengandung obat, bahan kopi yang mengandung bahan kimia obat yaitu sildenafil dan paracetamol," kata Penny dalam konferensi pers pada Jumat 4 Maret 2022/

Menurutnya masyarakat hanya mengetahui obat tersebut untuk meningkatkan stamina, terutama stamina laki-laki ini dan obat anti nyeri yang mungkin digunakan bersama tentunya akan menunjukkan sesuatu yang meningkatkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagainya.

Namun, pihaknya pun memberikan peringatan adanya banyak risiko yang mengintai jika obat dan pangan berbahan kimia dikonsumsi. Seperti gangguan jantung, hati, hingga kanker bahkan kematian mengintai orang yang mengkonsumsi.

Penny juga menyebut bahwa risiko gangguan lain juga bisa terjadi pada alat reproduksi. "Karena jika mengandung bahan kimia obat, efeknya akan langsung terasa cespleng ya tetapi itu adalah bahan kimia obat," kata dia.

Dalam waktu singkat, lanjutnya, risikonya besar sekali dikaitkan dengan aspek kesehatan. Gangguan jantung, gangguan hati, sakit ritme jantung, ini ada pengaruh juga ke alat reproduksi, siapapun yang mengonsumsi ini.

"Kemudian juga gangguan-gangguan lainnya bahkan bisa menyebabkan kematian, kanker juga dimungkinkan," katanya.

Ia mengatakan bahwa dalam produk tersebut juga ditemukan barang bukti penyalahgunaan kandungan bahan kimia seperti sildenafil dan paracetamol lebih dari 30 kilogram.

"Sudah ada dua orang tersangka dengan inisial tertentu, pelanggaran para tersangka, tidak ada izin edar dari BPOM, baik fasilitas produksi juga ilegal, bahkan ada pemalsuan izin edar, di labelnya disebutkan sudah mendapat izin dari BPOM tapi itu palsu," ujarnya.