IFBC Banner

Waspada! BNPT Ungkap 3 Strategi Teroris Hancurkan Tanah Air, Ternyata Begini

Senin, 07 Maret 2022 – 15:02 WIB

Ilustrasi Terorisme (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Terorisme (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwakhid menyebut ada tiga strategi kelompok radikalisme untuk menghancurkan Indonesia melalui doktrin dan narasi ke tengah masyarakat.

IFBC Banner


Nurwakhid menyebut bahwa strategi tersebut dilakukan dengan mempolitisasi agama yang digunakan untuk membenturkan agama dengan nasionalisme dan kebudayaan luhur bangsa. Menurutnya, proses penanamannya dilakukan secara masif di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk melalui penceramah radikal.

“Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang-ruang edukasi keagamaan masyarakat,” ujar Brigjen Nurwakhid dalam keterangan persnya dikutip pada Senin 7 Maret 2022.

Menurutnya, pernyataan Presiden Jokowi Widodo dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri, di Mabes TNI, Jakarta, Selasa 1 Maret 2022, terkait penceramah radikal merupakan peringatan kuat untuk meningkatkan kewaspadaan nasional.

“Sejak awal kami (BNPT) sudah menegaskan bahwa persoalan radikalisme harus menjadi perhatian sejak dini, karena sejatinya radikalisme adalah paham yang menjiwai aksi terorisme,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa pernyataan presiden harus ditanggapi serius oleh seluruh kementerian, lembaga pemerintah, dan masyarakat pada umumnya tentang bahaya radikalisme. “Radikalisme merupakan sebuah proses tahapan menuju terorisme yang selalu memanipulasi dan mempolitisasi agama,” ujarnya.

Tiga strategi kelompok radikalisme tersebut seperti:

1. Mengaburkan, menghilangkan bahkan menyesatkan sejarah bangsa.

2. Menghancurkan budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

3. Mengadu domba di antara anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).