IFBC Banner

Wih Seram! Cina Bakal Gempur Australia Jika Berani Campur Tangan Urusan Taiwan

Senin, 07 Maret 2022 – 18:34 WIB

Ilustrasi akapal perang (Foto:CNN)

Ilustrasi akapal perang (Foto:CNN)

BEIJING, REQNews – Cina akan menggempur Australia jika berani campur tangan dalam masalah Taiwan. Hal ini setelah Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton membuat pernyataan provokatif tentang Taiwan.

“Australia harus siap untuk mengorbankan tentaranya atas serangan balik dari kami,” kata pemimpin redaksi Global Times Hu Xijin, yang dikelola pemerintah Cina.

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton sebelumnya bersumpah untuk mendukung AS dalam tindakan yang dianggap perlu jika AS memilih untuk mengambil tindakan militer terhadap Cina atas Taiwan.

“Jika pasukan Australia datang untuk berperang di Selat Taiwan, tidak terbayangkan bahwa Cina akan membalas melakukan serangan berat terhadap mereka dan fasilitas militer Australia yang mendukung mereka,” ancamnya dilansir Russia Today, Sabtu 6 Maret 2022.

Dalam sebuah wawancara dengan program Insiders ABC pada hari Minggu, Dutton mengklaim Cina saat ini tengah “menumpuk senjata nuklir” dan “melakukan upgrade militernya” serta menyamakan “ancaman” China merebut kembali Taiwan dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Setelah ditanya apakah Australia akan mempersenjatai Taiwan dengan cara yang sama seperti Barat mempersenjatai Ukraina jika Cina mencoba merebut kembali pulau itu, Dutton berkata.

“Yah, saya pikir kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk mencegah Cina dari tindakan agresi di wilayah itu,” katanya.

Dia menambahkan, “Pertanyaannya adalah, seperti yang terjadi di Ukraina saat ini, jika itu terjadi di Taiwan apakah Cina akan berhenti di situ saja?”.

Dutton kemudian mengutip pernyataan mantan Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger.
“Apakah ini berarti Cina ingin memiliki model negara bagian seperti yang telah dibicarakan Kissinger dan lainnya tentang sejarah di Indo-Pasifik? Apa artinya bagi hubungan dagang kita dengan Malaysia atau dengan Vietnam atau dengan Indonesia?”

Sebelumnya, Mantan perdana menteri Australia Paul Keating telah memperingatkan agar negaranya menjauhi konflik dengan Cina terkait masalah Taiwan.

“Tidak boleh. Jangan ikut campur secara militer atas Taiwan, apalagi yang disponsori AS atau sebaliknya,” kata Keating.

“Taiwan bukan kepentingan Australia yang vital,” kata Keating lagi.

Keating juga menilai kebijakan luar negeri Australia saat ini dipengaruhi oleh ketakutan yang tidak beralasan dari badan-badan intelijen.

Dia juga membandingkan kesepakatan kontroversial AUKUS PM Scott Morrison dengan AS dan Inggris untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir.