Polisi: Peluru yang Tewaskan Korban 22 Mei Tak Sesuai Senjata Brimob

Selasa, 16 Juli 2019 – 21:00 WIB

(foto:istimewa)

(foto:istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polri menegaskan bahwa proyektil peluru yang bersarang di tubuh dua korban rusuh 21 dan 22 Mei lalu bukan berasal atau tidak cocok dengan senjata milik Brimob.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra berkata kepastian mengenai peluru itu adalah hasil uji balistik yang mengkomparasikan proyektil peluru dengan senjata Brimob.

"Hasilnya sementara tak ada yang identik dengan senjata organik milik Brimob," ujar Kombes Asep di Jakarta, Selasa 16 Juli 2019.

Sebelumnya, Polri mengatakan berdasarkan pemeriksaan, peluru yang bersarang di tubuh korban penembakan saat kerusuhan 22 Mei 2019 berjenis kaliber 5,56 dan kaliber 9 milimeter.

Dari hasil laboratorium forensik menyebutkan bahwa 3 proyektil yang didapat di tubuh dugaan adalah sebagai pelaku perusuh, itu kaliber 5,56, dan kaliber 9 milimeter. Namun demikian yang kaliber 9 milimiter itu tingkat kerusakan proyektilnya cukup parah karena pecah sehingga untuk menguji alur senjata itu ada sedikit kendala.

Komnas HAM sebelumnya memeriksa sejumlah polisi yang bertugas di lapangan saat kerusuhan 21-22 Mei. Menurut Komnas HAM, mereka yang diperiksa itu menyampaikan keterangan terkait konsentrasi massa, tindakan massa, hingga upaya polisi dalam menanganinya.