IFBC Banner

Belajar dari Ukraina, 70 Persen Rakyat Taiwan Siap Angkat Senjata Hadapi Invasi Cina

Kamis, 17 Maret 2022 – 13:23 WIB

Foto: taipeitimes.com

Foto: taipeitimes.com

Taipei, REQNews.com -- Terinspirasi rakyat Ukraina yang angkat senjata mempertahankan negara, 70 persen penduduk Taiwan siap angkat senjata jika Cina menginvasi.

Taiwan News memberitakan survei yang dirilis Selasa 5 Maret oleh Taiwan International Strategic Study Society (TISSS), lembata think tank berbasis di Taipei, menunjukan terjadi peningkatan persentase yang mendukung pelatihan cadangan dan perpanjangan dinas wajib militer.

Dalam konferensi pers pengumuman hasil jajak pendapat berjudul Perang Ukraina dan Keamanan Taiwan, TISSS mengatakan 70,2 persen responden bersedia angkat senjata jika Cina mengambil tindakan militer untuk mencaplok negeri mereka.

Ini adalah peningkatan substansial dibanding hasil jajak pendapat 28 Desember 2021, yang menunjukan hanya 40,3 persen yang bersedia angkat senjata jika terjadi invasi Cina.

Rincinya, jajak pendapat itu memperlihatkan 69,6 persen mendukung perpanjangan wajib militer empat bulan, 70,4 persen mendukung program pelatihan cadangan dua pekan untuk meningkatkan kesiapan tempur, dan hanya 19,1 persen yang tidak setuju keduanya.

Ketika dihadapkan pada slogan kontroversial Ukraina Hari Ini, Taiwan Besok, hanya 26,1 persen setuju dengan pernyataan itu. Sebanyak 61,6 persen tidak setuju.

Mengenai apakah Perang di Ukraina akan mengakibatkan Cina mempercepat persiapan mencaplok Taiwan, 62,4 persen tidak berpikir Cina akan berani, 25,5 persen yakin Beijing lebih berani.

Yang menarik adalah di tengah keengganan AS terlibat membantu Ukraina secara langsung, kepercayaan publik Taiwan bahwa Pama Sam akan membantu mereka jika terjadi invasi Cina juga menurun.

Survei Oktober 2020 menunjukan 55,1 persen publik Taiwan percaya AS akan datang membela Taiwan jika terjadi invasi Cina. Survei terbaru menunjukan hanya 42,7 persen yang percaya AS akan melakukan intervensi. Sebanyak 47,3 persen berpikir AS tidak akan berpartisipasi.

Hanya 34,7 persen responden percaya Taiwan punya kemampuan melawan Cina sendirian, alias tanpa dukungan AS.

Survei digelar di seluruh Taiwan pada 11-13 Maret, dengan responden berusia di atas 20 tahun. Survei mengumpulkan 1.076 sampel valid, yang berasal dar 539 sambungan telepon rumah dan 537 ponsel.

Kesalahan pengambilan sample plus dan minys 2,99 poin persentase, dan tingkat kepercayaan 95 persen.