IFBC Banner

Dituding Rasialis, Ini yang Dilakukan Google Terhadap Pekerja Kulit Hitam

Sabtu, 19 Maret 2022 – 17:01 WIB

Google Search (Foto:Istimewa)

Google Search (Foto:Istimewa)

CALIFORNIA, REQNews - Karyawan kulit hitam di Google, menggugat perusahaan itu karena dinilai rasialis. Perusahaan dituding telah menghalang-halangi karyawan negro atau kulit hitam untuk maju dalam karirnya.

Perusahaan milik Yahudi itu menurut mereka hanya memberikan pekerjaan kelas rendah.

Google dipandang telah mempertahankan “budaya perusahaan yang bias rasial” dan memberikan keuntungan bagi orang kulit putih, padahal orang kulit hitam di sana hanya terdiri dari 4,4% karyawan.

Sang penggugat, April Curley, juga mengatakan Alphabet Inc, perusahaan induk Google, menempatkan orang kulit hitam ke lingkungan kerja yang tidak nyaman, termasuk dengan sering mengharuskan mereka menunjukkan identifikasi atau diinterogasi oleh keamanan di Mountain View, California.

Pemerintahan California telah menyelidiki perlakuan Google terhadap pekerja kulit hitamnya dan kemungkinan diskriminasi di tempat kerja mereka.

“Google mempekerjakan saya pada tahun 2014 untuk merancang program penjangkauan ke perguruan tinggi kulit hitam secara sistematis, namun perekrutan atas diri saya terbukti hanya taktik pemasaran belaka untuk mengambil hati masyarakat kulit hitam, buktinya para pengawas memandang rendah dan melewatkan saya dalam promosi,” katanya.

Curley mengatakan Google memecatnya pada September 2020 setelah dia dan rekan-rekannya mulai mengerjakan daftar reformasi yang diinginkan.

“Google mengklaim bahwa mereka ingin meningkatkan keragaman, tetapi justru sebenarnya meremehkan, menggaji kami lebih murah dan mendiskriminasi karyawan kulit hitam mereka,” kata pengacara Curley Ben Crump dalam sebuah pernyataan.

Crump adalah pengacara hak-hak sipil yang juga mewakili keluarga George Floyd setelah dia dibunuh pada Mei 2020 oleh mantan perwira polisi Minneapolis Derek Chauvin.