Menkeu Sri Mulyani Dituntut Rp 750 Juta oleh Pengamen Jalanan

Rabu, 17 Juli 2019 – 21:30 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Anak-anak pengamen jalanan yakni Fikri, Fatahillah, Ucok dan Pau yang sebelumnya menjadi korban salah tangkap di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan menuntut Polda Metro Jaya dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membayar ganti rugi sebesar Rp 750 juta.

Tuntutan ganti rugi itu diajukan melalui praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kasus salah tangkap itu bermula pada 2013 silam. Keempat pengamen tersebut ditangkap Jatanras Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atas tuduhan membunuh pengamen lainnya.

Namun, belakangan mereka dinyatakan tak bersalah dan tak melakukan pembunuhan saat berada di persidangan, yang disampaikan MA melalui Putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Pengacara publik dari LBH Jakarta Oky Wiratama menjelaskan nilai itu dihitung dari ganti rugi secara materiil sebesar Rp662,4 juta dan secara immateriil senilai Rp88,5juta.
Sidang perdana praperadilan ganti rugi anak-anak pengamen jalanan tersebut pun akan dilakukan hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Oky menjelaskan ganti rugi itu dimaksudkan untuk membayar kerugian atas kehilangan penghasilan keempat anak tersebut sebagai pengamen dan atas kekerasan yang dilakukan kepada mereka.

Diketahui, keempat pengamen itu sudah mendekam di penjara selama 3 tahun atas perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan, ditambah mereka hanyalah anak-anak yang dengan teganya disiksa oleh kepolisian dengan cara disetrum, dipukuli. ditendang, dan berbagai cara penyiksaan lainnya.

Sebelumnya PN Jaksel telah memerintahkan pemberian ganti rugi kepada kedua terdakwa lainnya yang saat itu sudah dewasa, Andro dan Nurdin sebesar Rp36 juta karena disiksa dan dipenjara selama 7 bulan

Kedua orang dewasa yang ikut dituduh membunuh bersama mereka ini telah dibebaskan lebih awal oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.