IFBC Banner

Uniknya Judul Pledoi Munarman: 'Perkara Topi Abunawas'

Senin, 21 Maret 2022 – 19:01 WIB

Munarman FPI

Munarman FPI

JAKARTA, REQnews - Eks Sekretaris Umum organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI) Munarman membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin 21 Maret 2022, dalam kasus tindak pidana terorisme.

Munarman menyajikan pledoi setebal 450 halaman, yang diberinya judul unik, yakni 'Perkara Topi Abunawas'.

Dalam pembacaan pledoi, Munarman mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwanya tanpa bukti yang jelas. Ia mengaku sama sekali tidak pernah mengajak orang untuk terlibat dalam terorisme.

"Tidak ada satu pun kata atau kalimat saya yang mengandung tujuan untuk menggerakkan orang melakukan tindakan terorisme," kata Munarman.

Selain itu, tangan kanan Habib Rizieq Shihab ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyuruh orang melakukan tindak kekerasan, seperti membunuh, menculik, atau bahkan menghancurkan objek-objek vital.

"Tidak ada kata atau kalimat saya yang mengarah ke baiat, hijrah, dan menyuruh melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun," ujar Munarman.

Ia juga menjelaskan, video yang dijadikan dasar laporan awal kasusnya ke kepolisian dengan framing baiat ISIS, sama sekali tidak terbukti benar.

"Setelah ditonton bersama dalam persidangan, tidak terbukti saya ikut berbaiat. Di dalam video yang ditonton bersama, saya tidak mengangkat tangan ataupun mengucapkan kalimat baiat," kata Munarman.

Sebelumnya, Munarman dituntut 8 tahun penjara dalam kasus ini. JPU mengatakan, terdakwa telah melakukan pemufakatan jahat dan percobaan aksi terorisme.

Munarman disebut telah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.