IFBC Banner

BMKG Ogah Akui Pawang Rara Wulandari, Sebut Hujan Mandalika Berhenti karena Alasan Ini

Selasa, 22 Maret 2022 – 17:30 WIB

Pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Wulandari

Pawang hujan MotoGP Mandalika Rara Wulandari

JAKARTA, REQnews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa berhentinya hujan saat gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok bukan karena kehebatan pawang bernama Rara Wulandari.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyebut, hujan berhenti karena secara alami, tidak ada pengaruhnya dengan ilmu milik Rara.

"Jadi sebenarnya, kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai," kata Guswanto kepada wartawan di Jakarta, Senin 21 Maret 2022.

Bahkan, Guswanto berkata cuaca di Mandalika, sejak tiga hari sebelum puncak MotoGP telah diprediksi diguyur hujan.

BMKG memperkirakan tanggal 17-19 Maret 2022 akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat.

Pada 20 Maret 2022 atau race day MotoGP telah diprediksi akan terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai petir.

"Kenapa perkiraannya itu? Karena pada waktu itu terjadi bibit siklon tropis 93f yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan hujan di Mandalika," ujar Guswanto.

Ia menuturkan, puncak hujan berakhir sekitar pukul 16.15 WITA. Pawang Rara beraksi ketika durasi hujan telah mulai selesai.

"Buktinya kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan enggak berhenti juga," kata Guswanto.

"Bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai, kalau dilihat perkiraan lengkap, di tanggal itu memang selesai di jam itu, kira-kira jam 16:15 WITA, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan."