IFBC Banner

Luhut Pandjaitan Dilaporkan Dugaan Gratifikasi, Haris Azhar Dkk Kasih Bukti Ini ke Polisi

Rabu, 23 Maret 2022 – 16:45 WIB

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar bersama dengan koalisi masyarakat sipil melaporkan Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait dengan dugaan gratifikasi ke Polda Metro Jaya pada Rabu 23 Maret 2022.

"Kita bersama koalisi masyarakat sipil akan melakukan pelaporan ke SPKT kaitannya dengan dugaan tindak pidana gratifikasi," kata Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI Zainal Arifin di Polda Metro Jaya.

Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldy dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan, bahwa pihaknya membawa sejumlah bukti termasuk dokumen dalam pelaporan tersebut.

"Untuk bukti kami sudah memiliki berbagai bukti dan berbagai dokumen-dokumen yang kemudian menjadi bahan atau dasar laporan kami," kata Andi. "Berbagai dokumen hukum yang menguatkan pelaporan kami."

Andi mengatakan bahwa pelaporan tersebut terkait dengan dugaan gratifikasi. "Dugaan gratifikasi tidak hanya LBP termasuk beberapa perusahaan tambang Australia dan juga anak perusahaan yang di bawah perusahaan Australia itu di bidang pertambangan," kata dia.

Menanggapi adanya pelaporan tersebut, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melalui Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi mengaku tidak khawatir, karena ia mengklaim kliennya tidak pernah berbisnis di Papua. 

"Tidak khawatir karena tahu persis enggak punya bisnis di sana. Santai saja, malah bagus nanti terbuka semua soal kajian cepat itu," katanya.

Sebelumnya, Founder Lokataru Foundation dan Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan.

Haris dan Fatia dilaporkan terkait konten video yang diunggah di akun YouTube Haris Azhar, berjudul "Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!."

Melalui unggahan video tersebut, keduanya mengatakan bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua.

Karena Luhut merupakan salah satu pemegang saham di Toba Sejahtera Group.