IFBC Banner

Dua Pelajar SMP Ditetapkan Jadi Tersangka Usai Mengeroyok Gurunya

Rabu, 23 Maret 2022 – 20:02 WIB

Ilustrasi Pengeroyokan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Pengeroyokan (Foto:Istimewa)

KONAWE SELATAN, REQNews - Seorang guru SMP di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial J dikeroyok oleh siswanya sendiri.

Guru honorer berusia 29 tahun tersebut diketahui sehari-hari mengajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) di sekolah negeri tersebut.

Pelaku dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap J diketahui merupakan seorang pelajar SMP di sekolah tempatnya mengajar.

Parahnya lagi, pelajar SMP berinisial AIA yang duduk di kelas IX diduga melakukan aksi pengeroyokan terhadap gurunya dibantu ibu, sepupu, dan rekannya.

Polisi menetapkan 3 tersangka dalam kasus pengeroyokan guru tersebut.

"Kami sudah melakukan penetapan terhadap 3 tersangka. Hari ini dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Konsel, Iptu Henryanto, Rabu 23 Maret 2022 siang.

Ketiga tersangka yakni terdiri dari AIA (14) dan rekannya yang juga pelajar, dan seorang pelaku dewasa.

Untuk kepentingan pemeriksaan, pihaknya berencana akan menangkap tersangka dewasa.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Sabtu 19 Maret 2022 saat praktik pelajaran berenang, sekitar pukul 11.00 wita.

Dugaan penyebab AIA menganiaya gurunya sendiri gegara tak diterima ditegur J saat praktik berenang tersebut berlangsung.

Guru yang dikeroyok mengalami luka pada bagian dagu sebelah kiri, lutut kiri, dan punggung kaki sebelah kanan.

Kejadian tersebut bermula saat sang guru honorer tersebut menggelar praktik berenang untuk pelajar kelas IX.

Korban memberikan arahan tentang tata cara berenang, tapi pelajar AIA ini tidak mengindahkan.

Sang guru lantas mendatangi AIA untuk memberi nasihat sambil menepuk bahunya. Namun, pelajar SMP tersebut tak terima bahkan melontarkan makian kepada gurunya tersebut.

AIA selanjutnya pulang ke rumah dan melaporkan kejadian itu. Tak berselang lama, dia kembali ke kolam renang bersama ibu dan sepupunya.
Lalu sepupu dan dua rekan AIA juga datang ikut menganiaya.

Sementara, ibu AIA tak hanya memukuli korban akan tetapi juga menghujat sang guru honorer tersebut.

Akibat pengeroyokan tersebut, sang guru mengalami luka di bagian dagu sebelah kiri, lutut kiri, dan punggung kaki kanan.

Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor atau Polsek Palangga, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra.

Kini ketiga tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, subsider 351 KUHP.