IFBC Banner

Rektor Ibnu Chaldun Musni Umar Diperiksa Polisi

Selasa, 29 Maret 2022 – 02:03 WIB

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar (Foto:Istimewa)

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Polda Metro Jaya memanggil Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Musni Umar terkait tuduhan gelar profesor 'gadungan' dan pemalsuan ijazah.

IFBC Banner


Sosok yang melaporkan, Musni Umar ke polisi dalah Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung berinisial YLH.

"Tujuan saya dipanggil di sini untuk melakukan klarifikasi sehubungan pelapor menyampaikan laporan ke Polda bahwa saya adalah profesor gadungan," kata Musni Umar kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin 28 Maret 2022.

Musni terkejut telah menjadi terlapor sejak Januari 2022. Dia mengaku dirinya sama sekali tidak mengenal pelapor.

Musni Umar menepis tuduhan pelapor soal gelar profesor 'gadungan'. Meski begitu, Musni Umar mengakui jika gelar profesornya itu tidak tercatat.

"Jadi memang profesor saya ini tidak tercatat atau dicatat tidak ada keputusan dari presiden ataupun menteri. Tapi bukan berarti itu gadungan," ucapnya.

Musni Umar menjelaskan, profesor yang tercatat yang dapat uang dari negara. Sementara dirinya sama sekali tidak dapat uang dari negara.

"Saya dapat dari masyarakat melalui kepakaran saya sebagai sosiolog," sambungnya.

Musni Umar mengaku mendapat gelar profesor dari Universitas Ibnu Chaldun sendiri dan dari Asia University, Malaysia. Musni Umar menegaskan gelar profesor yang ia sandang bukan abal-abal.

"Dan itu resmi ada pidato penganugerahan dan tidak mungkin saya apa namanya, menyandang yang abal-abal atau gadungan. Itu resmi dan dua lembaga ini terakreditasi dengan baik," jelas Musni Umar.

Musni mengaku sama sekali tidak mengenal pelapor berinisial YLH tersebut. Menurutnya, YLH melaporkan dirinya hingga ke Presiden Joko Widodo.

Musni mengaku tidak mengenal dan tidak pernah berhubungan dengan pelapornya.

"Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI," ucap Musni.