IFBC Banner

Hasil Survei Buktikan Rakyat Tolak Tunda Pemilu 2024, Apa Kabar Big Data Luhut?

Jumat, 01 April 2022 – 20:04 WIB

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, REQnews - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengumumkan hasil survei yang dilaksanakan Maret 2022, bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak wacana penundaan Pemilu 2024.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani berkata, sebanyak 78,9 persen responden survei meminta Pemilu 2024 tetap berjalan sesuai jadwal.

"Angka ini konsisten dengan hasil survei sebelumnya pada September 2021," kata Deni dalam keterangannya, Jumat 1 April 2022.

Dalam survei 2021, sebanyak 82,5 persen responden menilai pemilu harus dilaksanakan 2024. Meski angkanya turun di banding 2022, namun tetap lebih banyak dari responden yang menginginkan penundaan pemilu hingga 2027, yakni sebesar 13,2 persen (September 2021) dan 11,9 persen (Maret 2022). 

Sementara, responden yang tidak menentukan sikapnya meningkat, dari 4,3 persen menjadi 9,2 persen.

"Hanya ada 11,4 persen masyarakat yang setuju pemilu diundur karena alasan pemulihan ekonomi," ujar Deni.

Survei ini dilakukan pada 1.220 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Responden yang dapat diwawancarai secara valid (response rate) sebesar 1.027 atau 84 persen secara tatap muka pada 13-20 Maret 2022. Sebanyak 1.027 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, berdasarkan big data yang dimiliki pemerintah, mayoritas masyarakat Indonesia meminta penundaan Pemilu 2024.

Namun, hingga saat ini, Luhut sama sekali belum membuktikan kebenaran big data yang ia maksud. Banyak pihak menilai, apa yang disampaikan Luhut hanyalah klaim belaka.