IFBC Banner

Dampak Wacana Penundaan Pemilu 2024, Jokowi Harus Waspada Nih!

Sabtu, 02 April 2022 – 05:01 WIB

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA, REQnews - Wacana yang berkembang tentang penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden membawa berbagai macam dampak terhadap pemerintahan Joko Widodo, yang cenderung negatif.

Dampak negatif ini diungkap Saiful Mujani Research Center (SMRC) dalam survei terbarunya.

"Apakah wacana penundaan pemilu dan presiden lebih dari dua periode itu punya dampak terhadap bagaimana publik menilai berbagai kondisi? Kita lihat ternyata keliatannya itu punya dampak yang negatif," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani, Jumat 1 April 2022.

Ia menjelaskan, dampak yang benar-benar terlihat adalah evaluasi publik terhadap arah perjalanan bangsa anjlok. 

Dalam survei 2021, pandangan publik mencapai 79 persen. Namun di Maret 2022, justru ambruk ke angka 68 persen.

Pada Desember 2021, responden yang menilai perjalanan bangsa ke arah yang salah berada di 14 persen. Maret 2022 meningkat menjadi 23 persen.

"Kita tahu wacana penundaan pemilu, tiga periode itu terjadi akhir-akhir ini, pada satu tahun lalu sebelum semasif sekarang pemberitaannya. Karena itu kita bisa menduga bahwa wacana pemilu yang diundur punya dampak yang negatif terhadap sentimen publik pada berbagai kondisi termasuk arah perjalanan bangsa," ujar Deni.

Kemudian, penurunan juga terjadi pada penilaian publik terhadap kinerja demokrasi, dari 63,6 persen pada Desember 2021 menjadi 61,7 persen pada Maret 2022.

Lalu, pandangan masyarakat yang tidak puas dengan demokrasi di Indonesia juga meningkat dari 31,6 persen Desember 2021, menjadi 33,5 persen pada Maret 2022.

Evaluasi publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo sampai mengalami tren negatif gara-gara isu penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan tiga presiden.

Kepuasan Jokowi dari 71,7 persen pada Desember 2021 menjadi 64,6 persen pada Maret 2022. Yang tidak puas meningkat dari 25,3 persen pada Desember 2021 menjadi 32,2 persen pada Maret 2022.

"Jadi kinerja Presiden dinilai semakin memburuk. Walaupun masih mayoritas, tetapi penurunan ini sangat besar dalam satu tahun terakhir, ini yang terendah saya kira kinerja presiden dinilai oleh publik," kata Deni.

SMRC menggelar survei tatap muka pada 13-20 Maret 2022. Responden sebanyak 1220 dipilih secara multistage random sampling. Responden yang diwawancarai secara valid sebesar 1027 responden. Margin of error survei kurang lebih 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.