IFBC Banner

Menang Pemilu, Pemimpin Hungaria Langsung Sebut Presiden Ukraina Sebagai Musuh

Senin, 04 April 2022 – 14:34 WIB

Viktor Orban (Foto: BLOOMBERG)

Viktor Orban (Foto: BLOOMBERG)

HUNGARIA, REQNews - Pemimpin otoriter Hungaria dan sekutu lama Rusia, Viktor Orban, mendapatkan kemenangan dalam pemilihan parlemen. Dia berhasil menduduki jabatan itu selama empat kali berturut-turut.

IFBC Banner


Dewan pemilihan nasional Hungaria pada Minggu 3 April 2022 malam mengatakan Partai Fidesz pimpinan Orban memimpin dengan 71% suara.

Meskipun jajak pendapat memperkirakan persaingan yang lebih ketat, partai Orban berhasil menang di sebagian besar negara. Pemimpin oposisi Peter Marki-Zay bahkan gagal menang di distriknya sendiri, di mana ia pernah menjabat sebagai walikota.

Dalam pidato kemenangannya, Orban menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai salah satu musuh yang harus ia kalahkan selama kampanye.

“Kami memiliki kemenangan yang dapat dilihat dari bulan, tetapi pasti dapat dilihat dari Brussel,” kata Orban dalam pidatonya pada Minggu 3 April 2022 malam, menjelaskan ketegangan yang telah berlangsung lama antara pemerintahnya dengan para pemimpin Uni Eropa.

"Kami akan mengingat kemenangan ini sampai akhir hidup kami karena kami harus berjuang melawan sejumlah besar lawan," lanjutnya, mengutip sejumlah musuh politiknya termasuk kelompok kiri Hungaria, "birokrat" di Brussel, media internasional, dan juga Presiden Ukraina.

"Seluruh dunia dapat melihat malam ini di Budapest bahwa politik Kristen Demokrat, politik konservatif dan politik nasionalistik menang," ungkapnya.

"Pesan kami ke Eropa adalah bahwa ini bukan masa lalu tetapi masa depan. Ini akan menjadi masa depan Eropa kita bersama,” lanjutnya.

Orban telah menguasai lembaga peradilan, media, dan pendidikan Hungaria secara ketat selama 12 tahun berkuasa, yang sekarang akan diperpanjang hingga 2026. Dia telah mendorong undang-undang yang menargetkan migran dan komunitas LGBTQ+, dan telah berbicara tentang niatnya untuk membangun negara "tidak liberal" di dalam UE.