IFBC Banner

DPR Minta Jokowi ke Moskow Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina, Menlu Retno Cuma Bilang Begini

Kamis, 07 April 2022 – 14:15 WIB

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi (Foto: Istimewa)

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pemerintah mengklaim bahwa Indonesia sudah turut serta melakukan upaya mendamaikan konflik Rusia-Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu.

Pernyataan tersebut menyikapi usulan anggota DPR yang meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa datang ke Moskow hingga Keiv untuk mendamaikan konflik bersenjata tersebut.

"Sejak mulai 24 Februari kami sudah bergerak, semua kami hitung," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu 6 April 2022.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan, Indonesia sebagai Presidensi G20 dapat menggunakan perannya dalam upaya melakukan penyelesaian.

Menurutnya, Indonesia telah memiliki sikap tersendiri agar konflik bersenjata itu bisa dihentikan. "Kalau makin panjang, enggak selesai, dampaknya akan ke G20 dan ke kita semua," kata dia.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Effendi Muara Sakti Simbolon meminta agar Presiden Jokowi bisa memanfaatkan status Indonesia sebagai negara Presidensi G20 dalam menangani konflik Rusia-Ukraina.

Karena dirinya ingin Indonesia tidah hanya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 saja.

"Kalau beliau (Jokowi, red) tidak memanfaatkan, beliau hanya sebagai event organizer, dong. Masa setingkat event organizer, sukses di penyelenggaraan," kata Effendi.

Ia meminta agar Jokowi sebagai presiden bisa datang ke Moskow atau negara tetangga Rusia, untuk menginisiasi adanya perdamaian.

"Ya, berangkat, dong, ke Moskow, berangkat ke Polandia, kalau enggak bisa masuk ke Kiev, berangkat ke Uni Eropa, lakukan pendekatan," ujarnya.