IFBC Banner

Tersangka Mutilasi Potong Payudara Wanita di Tegal Tak Alami Gangguan Jiwa, Polisi Lanjut Kasusnya

Sabtu, 09 April 2022 – 01:05 WIB

Khadirun Sang Mutilasi Kejam Asal Tegal (Foto:Istimewa)

Khadirun Sang Mutilasi Kejam Asal Tegal (Foto:Istimewa)

TEGAL, REQNews - Hasil pemeriksaan psikologis terhadap Khadirun (44) tersangka mutilasi terhadap KS (59) di Desa Jatibogor Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa berat.

Dengan hasil pemeriksaan psikologis ini maka polisi tetap melanjutkan kasus tersebut.

Polisi melakukan pendalaman psikologis terhadap tersangka, menggunakan dua sumber pendalaman yakni dokter ahli jiwa RSUD Soeselo Slawi dan Biro Psikologi Polda Jateng.

"Kedua sumber menyatakan tersangka tidak mengalami gangguan jiwa berat yang nyata", kata Kapolres Tegal AKBP. Arie Prasetya Syafaat di Mapolres Tegal Jumat 8 April 2022.

Sehingga tersangka dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya. Kapolres memastikan akan melanjutkan kasus pembunuhan dengan cara mutilasi tersebut.

"Untuk hal-hal yang terkait dengan motif tersangka dan lain-lain akan kami dalami secepatnya,” katanya.

Pasalnya tersangkamenutup diri bila ditanya soal pembunuhan yang dilakukannya. Meski demikian tersangka telah dapat berkomunikasi dengan sesama tahanan lain.

Kasus pembunuhan dengan cara mutilasi yang menimpa KS (59) warga Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi terjadi pada 2 Maret 2022 lalu di sebuah areal persawahan.

Korban ditemukan tewas dengan sejumlah organ vital yang terpotong. Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka warga Kecamatan Bawang Banjarnegara di areal persawahan Desa Rangimulya Kecamatan Suradadi pada 8 Maret lalu.

Tersangka Khadirun (44) ditangkap setelah warga mencurigai gerak-gerik orang tak dikenal yang membawa tas rangsel.

Polisi juga menemukan pisau cutter dengan bercak darah. Hasil uji DNA dan hasil profil DNA terdapat kecocokan atau kesamaan antara darah di cutter dan kuku tersangka dengan darah korban yang terdapat pada pakaian korban.

Tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.