IFBC Banner

Ini Negara-negara yang Juga Pilih Abstain Seperti Indonesia Saat Voting PBB soal Rusia

Sabtu, 09 April 2022 – 16:05 WIB

Sidang PBB (Foto:@UN)

Sidang PBB (Foto:@UN)

NEW YORK, REQNews - Beberapa negara memilih Abstain termasuk Indonesia saat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan voting untuk menentukan keanggotaan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM).

Hasil voting tersebut memutuskan untuk menangguhkan keanggotan Rusia di PBB. Putusan diambil setelah melakukan voting terhadap majelis yang beranggotakan 193 negara.

Hanya ada 58 negara termasuk Indonesia yang memilih abstain dalam voting tersebut.

Voting yang dipimpin Amerika Serikat itu menerima mayoritas dua pertiga dari mereka yang memberikan suara, yakni 93 suara. Sementara 24 suara, menentang penangguhan Rusia.

Berikut negara yang mendukung penangguhan kenaggotan Rusia di PBB, Argentina, Australia, Bahama, Belgia, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kanada, Chad, Chile, Kolombia, Komoro, Kosta Rika, Pantai Gading, Kroasia, Siprus, Ceko, Republik Demokratik, Kongo, Denmark, Dominica, Republik Deminica, Ekuador, Estonia, Fiji, Finlandia, Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, Grenada, Guatemala, Haiti, Honduras, Hungaria, Islandia, Irlandia, Israel, Italia, Jamaika, Jepang, Kenya, Kiribati, Latvia, Liberia, Libya, Lichtenstein,,Lituania, Luksemburg, Malawi, Malta, Kepulauan Marshall, Mauritius, Micronesia, Monaco, Montenegro, Myanmar, Nauru, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Palau, Panama, Papua Nugini, Paraguay, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Moldova, Romania, Saint Lucia, Samoa, San Marino, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Timor Leste, Tonga, Turki, Tuvalu, Ukraina, Inggris, AS, Uruguay.

Berikut negara-negara yang memberikan suara menentang resolusi PBB soal Dewan HAM diantaranya Algeria, Belarus, Bolivia, Burundi, Rep Afrika Tengah, China, Kongo, Kuba, Korea Utara, Eritrea, Etiopia, Gabon, Iran, Kazakhstan, Kyrgystan, Laos, Mali, Nikaragua, Rusia, Suriah, Tajikistan, Uzbekistan, Vietnam, Zimbabwe.

Sedangkan Angola, Bahrain, Bangladesh, Barbados, Belize, Bhutan, Botswana, Brasil, Brunei Darussalam, Cape Verde, Kamboja, Kamerun, Mesir, El Salvador, Eswatini, Gambia, Ghana, Guinea-Bisaau, Guyana, India, Indonesia Irak, Yordania, Kuwait, Lesotho, Madagaskar, Malaysia, Maladewa, Meksiko, Mongolia, Mozambik, Namibia, Nepal, Niger, Nigeria, Oman, Pakistan, Qatar, Saint Kitts-Nevis, Saint Vincent, Arab Saudi, Senegal, Singapura, Afrika Selatan, Sudan Utara, Sri Lanka, Sudan, Suriname, Thailand, Togo, Trinidad-Tobago, Tunisia, Uganda, Uni Emirat Arab (UEA), Tanzania, Vanuatu, Yaman.

Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Duta Besar Armanatha Nasir menyampaikan dalam sidang bahwa Indonesia menilai sidang terlalu prematur karena komisi independen belum mengumumkan hasil penyelidikannya.