IFBC Banner

Dianggap Jadi Beban KPK, MAKI Minta Lili Pintauli Mengundurkan Diri

Rabu, 13 April 2022 – 15:40 WIB

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar

JAKARTA, REQnews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengundurkan diri dari jabatannya.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan bahwa permintaan tersebut dilakukan karena Lili dianggap membebani KPK dengan sering dilaporkannya ke Dewan Pengawas (Dewas).

Terlebih saat ini saat ini Dewas KPK sedang melakukan investigasi terkait dengan dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli Siregar, yang diduga menerima fasilitas VIP dari Pertamina untuk menonton balapan MotoGP di Mandalika.

"Untuk itu demi kebaikan KPK maka sudah semestinya LPS (Lili) mengundurkan diri. Kami berpandangan LPS telah membebani KPK dan sudah tidak berguna bagi KPK," kata Boyamin dalam keterangan tertilisnya pada Rabu 13 April 2022.

Boyamin pun mengungkap bahwa sebelumnya Lili juga pernah dilaporkan terkait dugaan berbohong pernah berkomunikasi dengan pihak-pihak Walikota Tanjung Balai yang jadi tersangka kasus suap.

"Jadi ini mestinya sudah menjadi kartu kuning kedua dan ketiga yang sebelumnya telah mendapat kartu kuning pertama berupa putusan bersalah melanggar kode etik berhubungan dengan Walikota Tanjung Balai," kata dia.

Terkait denga dugaan gratifikasi menonton MotoGP, Boyamin menilai jika dugaan tersebut sangatlah kuat, terlebih Dewas juga melakukan investigasi dengan melayangkan surat panggilan resmi kepada pihak-pihak terkait.

Karena menurut Boyamin, biasanya jika permasalahan tersebut dianggap tidak cukup bukti Dewas tidak melakukan pemanggilan saksi-saksi seperti sekarang ini.

MAKI pun meminta agar Dewas KPK untuk segera menuntaskan proses investigasi dan dilanjutkan persidangan untuk memberikan kepastian atas dugaan pelanggaran LPS demi kepercayaan publik kepada KPK.