IFBC Banner

Postingan Dugaan Ujaran Kebencian ke Ade Armando Viral, Prof Karna Wijaya: Sebenarnya Hanya Gojekan

Selasa, 19 April 2022 – 10:54 WIB

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Karna Wijaya (Foto: Facebook/ Karna Wijaya)

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Karna Wijaya (Foto: Facebook/ Karna Wijaya)

JAKARTA, REQnews - Postingan guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Karna Wijaya tentang Ade Armando tengah menjadi sorotan. Unggahan dosen FMIPA UGM itu diduga memuat ujaran kebencian. 

IFBC Banner


Setelah pernyataan kontroversial itu viral di media sosial, Prof Karna Wijaya sempat dipanggil pihak Rektorat UGM untuk memberikan klarifikasi. Mengejutkan, setelah pemeriksaan dilakukan Prof Karna mengaku postingannya sekadar bercanda dan menggolongkannya sebagai kata kata “biasa saja”.

“Saya memposting sesuatu yang sebenarnya hanya gojekan (guyonan), gojekan sangat biasa sekali. Bahkan mungkin statement-statement yang dibuat katakanlah Ade Armando dan sebagainya itu lebih sadis ya. Tapi ini kan hanya sebuah gojekan saja terhadap kejadian seperti itu,” kata Karna kepada wartawan di Balairung UGM, Sleman, DIY, Senin 18 April 2022.

Sebelumnya, Karna Wijaya sempat menggunggah postingan di Facebook dengan tulisan 'satu per satu dicicil massa'. Ada pula sejumlah foto dari Guntur Romli, Deni Siregar, hingga Ade Armando.

Guntur Romli, yang juga politikus PSI merasa terancam dengan postingan tersebut. Ia melaporkan Prof Karna Wijaya ke Polda Metro Jaya. 

Karna Wijaya, kata Guntur, dalam postingan di media sosial itu menampilkan foto diriya dan istrinya seolah menjadi target selanjutnya seperti Ade Armando. Bahkan, pada gambar wajah Ade Armando diberi tanda silang yang dinilainya sebagai sebuah pengancaman.

 "Hari ini melaporkan pemilik Facebook yang terduga atas nama Karna Wijaya dosen guru besar UGM. Saya merasa diancam dan dihasut karena ada postingan dia di Facebook yang memuat foto saya dan istri saya yang isinya itu 'satu per satu dicicil massa'," kata Guntur Romli di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 18 April 2022. 

Laporan Guntur Romli terhadap Prof Karna Wijaya ini teregistrasi dengan nomor: LP/B/1983/V/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam laporan tersebut, Guntur Romli melaporkan Karna Wijaya atas tuduhan Pasal 160 KUHP, Pasal 28 dan 29 UU ITE.

 
Guntur Romli juga menanggapi pernyataan Karna Wijaya soal 'disembelih' pada kolom komentar postingan di media sosial hanya bercanda. Guntur menilai bercandaan Prof Karna Wijaya ini tidak lucu.

"Kita dengar Karna Wijaya sudah dipanggil rektorat dan dia mengaku postingan dia buat tapi tujuan dia bilang bercanda. Bagi saya itu candaan nggak lucu kalau pakai bedil, disembelih, dan dicicil massa sudah nggak lucu," kata Guntur Romli.