IFBC Banner

Ungkap Kondisi Garuda Indonesia, Wamen BUMN Sebut Cuma 29 Unit Pesawat yang Beroperasi

Sabtu, 23 April 2022 – 20:03 WIB

Pesawat Garuda Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, REQnews - Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko) mengungkap kondisi terkini Garuda Indonesia yang hanya mengoperasikan 29 unit dari sebelumnya 71 unit.

“Garuda selama dua tahun terakhir mengalami permasalahan penunggakan pembayaran leasing pesawat dan saat ini hanya 29 (unit pesawat) dari kondisi awal. Garuda beroperasi sangat terbatas,” ujar Tiko di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 22 April 2022.

Jumlah itu pun terus menyusut dari sebelum restrukturisasi yang memiliki 142 unit pesawat, kemudian berkurang 50 persen pada 2021 dan kembali berkurang setengah pada 2022.

Tiko mengatakan bahwa hal tersebut karena adanya keterbatasan alat produksi yang menambah beban bagi maskapai. Sehingga dengan jumlah armada yang terbatas, mengurangi pendapatan secara signifikan.

Diketahui, berdasarkan laporan keterbukaan Bursa Efek Indonesia, kinerja keuangan Garuda hingga kuartal III 2021 mencatatkan pendapatan US$ 568 juta atau setara dengan Rp 8,06 triliun. Namun, saat ini Garuda menanggung beban atau biaya operasional sebesar US$ 1,29 miliar atau Rp 18,3 triliun.

Ia pun mengatakan kondisi kinerja Garuda pada awal 2022 masih mengalami tekanan karena adanya kenaikan harga avtur akibat gejolak geopolitik dunia. “Jadi ketika akhir Desember (2021 kinerja Garuda) positif, pada Januari (2022) kami mengalami penurunan,” kata dia.

Namun pada akhir kuartal I 2022, Tiko mengatakan bahwa kinerja Garuda menunjukkan tren yang membaik. Bahkan, jumlah penumpang berangsur meningkat setelah pemerintah melonggarkan aturan perjalanan. “Tidak adanya pembatasan PCR dan Antigen menjadi momentum positif pada Maret. Ini akan memberikan kepastian pada cash flow,” katanya.