IFBC Banner

Bakal Dipanggil Jadi Saksi Dugaan TPPU Bupati Banjarnegara, Boyamin Akui Fakta Ini

Selasa, 26 April 2022 – 10:15 WIB

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman

JAKARTA, REQnews - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Bupati Banjarnegara nonaktif, Budhi Sarwono (Win Chin).

Boyamin mengaku mengenal dan berteman dengan Budhi sejak tahun 2010, melalui perantara kakak Budhi yang bernama Budhi Yuwono. Bahkan dirinya saat itu pernah menjadi kuasa hukum dari perusahaan keluarga Budhi, PT Bumi Redjo.

"Namun, sejak Budhi Sarwono jadi bupati maka perusahaan tersebut ditarik sepenuhnya saham menjadi milik orang tuanya dan Budhi Sarwono tidak punya saham dan tidak jadi pengurus," kata Boyamin pada Senin 25 April 2022.

Dirinya pun menyebut tak mengetahui terkait dengan kasus yang menjerat Budhi itu. "Persoalan yang menjerat Budhi Sarwono jadi tersangka dan ditahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), aku sepenuhnya tidak mengetahui dan tidak pernah berurusan secara formil maupun materil," lanjutnya.

Namun, Boyamin pun membenarkan statusnya sebagai Direktur PT Bumi Redjo. "Awalnya kuasa hukum, terus dalam perjalanan waktu masuk sebagai Direktur untuk urusi utang-utangnya karena kredit macet di bank dan kondisi PT Bumi Redjo invalid," kata dia.

Diketahui, sebelumnya KPK memasukkan Boyamin ke dalam daftar saksi kasus tersebut. Seharusnya, Koordinator MAKI itu diperiksa pada Senin 25 April 2022, namun tak hadir karena mengaku tidak mengetahui adanya surat panggilan.

Padahal dari pihak KPK menyebut telah mengirimkan surap panggilan sejak Kamis 21 April 2022. Untuk itu, Boyamin pun kemudian akan mendatangi KPK pada Hari ini. "Rencana aku ke KPK sekitar jam 11 hari ini," kata dia.

KPK sebelumnya menetapkan Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus dugaan TPPU. Ia didakwa menerima uang sebesar Rp 26,1 miliar. Namun, hingga kini KPK baru menyita aset senilai Rp 10 miliar.