IFBC Banner

Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E Dipastikan Lanjut Terus

Rabu, 27 April 2022 – 05:02 WIB

Ilustrasi Formula E

Ilustrasi Formula E

JAKARTA, REQnews - KPK memastikan bakal terus melanjutkan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan Formula E Jakarta, di tengah antusiasme publik menanti ajang internasional tersebut.

IFBC Banner


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata berkata, pihaknya kini tengah mendalami apakah gelaran ini benar-benar mengandung unsur dugaan tindak pidana korupsi atau tidak.

"Sejauh ini proses penyelidikan masih terus berjalan," kata Alex di Jakarta, Selasa 26 April 2022.

Ia menjelaskan, KPK masih mengumpulkan banyak informasi, salah satunya yang terpenting adalah bagaimana negara lain menyelenggarakan Formula E, apakah diwajibkan pembayaran commitment fee, dan syarat-syarat lainnya.

"Dan kita juga sedang mengupayakan untuk meminta keterangan dari pihak yang menerima transfer dana dari Pemprov DKI," ujar Alex.

Kemudian, KPK juga akan mendalami perkembangan dari rencana penyelenggaraan Formula E, termasuk kajian, hasil studi kelayakan dari kegiatan tersebut.

"Apakah dari hasil studi kelayakan tuh memang proyek atau kegiatan atau event itu layak atau menguntungkan dari sisi bisnis. kan ini bisnis kan. Dari Kemendagri juga sudah menyebutkan bahwa anggaran Pemda tidak boleh digunakan untuk event yang tujuannya bisnis," ucap Alex.

"Kita lihat semua dari berbagai aspek tersebut. Yang jelas, saat ini memang sudah dilakukan pembayaran, Rp 560 miliar untuk penyelenggaraan selama tiga tahun ke depan, 2022, 2023, 2024. Dan itu melampaui periode gubernur saat ini, kan Gubernur DKI saat ini kan berakhir September atau November ya tahun 2022."

Menurut Alex, terdapat ketentuan bahwa seorang pejabat tidak boleh mengikat suatu kontrak yang menggunakan anggaran melewati massa pemerintahannya.

"Nah nanti hal-hal ini tentu yang akan kami dalami dengan meminta keterangan ahli. Bagaimana terkait kerugian negaranya, apakah sudah terjadi kerugian negara? karena sifatnya masih uang muka biaya dibayar di muka, dan ini masih tercatat sebagai aset di dalam laporan keuangan Pemprov DKI, belum masuk biaya," tutur Alex.