IFBC Banner

Singgung Masalah Adu Domba, Gubernur Mahyeldi Bantah Sumbar Jadi Markas Jaringan NII

Rabu, 27 April 2022 – 15:02 WIB

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi

SUMATERA BARAT, REQnews - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menepis anggapan jika wilayahnya sebagai markas jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Menurutnya, Sumbar merupakan daerah penyambung nafas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan rumah bagi pejuang dan pemikir-pemikir bangsa.

IFBC Banner


 

"Dulu waktu Belanda menangkap Bung Karno dan Bung Hatta saat Agresi Militer II, Belanda mengatakan Indonesia ini sudah tamat. Tapi 'Tidak' kata orang Sumbar," kata Mahyeldi dalam keterangannya, dikutip pada Rabu 27 April 2022.

"Kita tegakkan yang namanya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang walaupun hanya 207 hari, tapi sudah menyambung nyawa NKRI. Perlu diingat sekali ini," lanjutnya.

Ia pun menduga jika anggapan buruk tersebut, sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan Sumbar, yaitu bertujuan untuk memecah-belah dan merusak persatuan.

Menurutnya selain tidak masuk akal, adanya pelabelan Sumbar sebagai markas kelompok NII sama halnya dengan menyepelekan kinerja aparat pemerintahan, pengamanan dan pertahanan di daerah.

"Itu makanya saat ada yang bilang Sumbar Pusat NII, saya jawab, 'Salah!' Mudah saja orang melabelkan kita. Di sini kan ada Polri, ada tentara, ada Babinsa (Bintara Pembina Desa), ada Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), ada Walinagari dan Lurah. Tidak mungkin kita tidak tahu," kata dia.

Dirinya pun meminta agar masyarakat bisa merapatkan barisan dan tingkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Sumbar.

"Dalam situasi dan kondisi seperti ini, kita jangan pula larut dalam perselisihan. Hendaknya kita bersama dalam kekompakan. Kita harus konsolidasi, rapatkan saf, kuatkan persatuan, jangan sampai kita diadu domba, sebab itu merugikan kita, merugikan daerah, provinsi, dan bangsa ini. Maka itu kita tingkatkan kewaspadaan agar kita tidak diombang-ambingkan oleh orang yang memberikan label-label khusus," ujarnya.