IFBC Banner

Akui Larangan Ekspor Minyak Goreng Rugikan Petani Sawit, Jokowi Minta Pengusaha Lakukan Ini

Kamis, 28 April 2022 – 12:40 WIB

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika kebijakan pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng merugikan petani sawit.

"Larangan ini memang menimbulkan dampak negatif, berpotensi mengurangi potensi hasil panen petani yang tidak terserap. Namun tujuan kebijakan ini adalah untuk memanmbah pasokan dalam negeri hingga pasokan melimpah," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Rabu 27 April 2022.

Ia mengatakan bahwa pemerintah terpaksa mengambil kebijakan tersebut karena kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng yang tak kunjung selesai hingga empat bulan lamanya.

Jokowi juga mengungkap pihaknya sudah mengupayakan berbagai kebijakan untuk mengatasi masalah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng, namun belum efektif.

Karena berdasarkan data yang dimilikinya, mayoritas bahan baku dan minyak goreng diekspor para pengusaha ke luar negeri. Padahal, jumlah produksi sawit dalam negeri cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya pun memutuskan menghentikan sementara ekspor bahan baku dan minyak goreng agar stok di dalam negeri melimpah. 

"Saya minta kesadaran industri minyak sawit untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, prioritaskan dulu dalam negeri, penuhi dulu kebutuhan rakyat," ujarnya.