IFBC Banner

Arus Balik, Polri Siapkan 7 Jurus Ini untuk Antisipasi Kepadatan

Rabu, 04 Mei 2022 – 23:06 WIB

Ilustrasi arus balik lebaran

Ilustrasi arus balik lebaran

JAKARTA, REQnews - Polri sudah menyiapkan tujuh cara untuk mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas dalam masa arus balik lebaran.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, strategi yang dirancang bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini di antaranya adalah sistem satu arah dan sosialisasi rute alternatif.

“Pertama, penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) mulai KM 414 atau Gerbang Tol Kalikangkung sampai dengan KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama,” kata Dedi, seperti dikutip dari Antara, Rabu 4 Mei 2022.

Ia menyebut, jika volume kendaraan padat menuju Jakarta, maka sejak hari Jumat 6 Mei pukul 14.00 sampai 24.00 WIB akan diberlakukan one way dimulai GT Kalikangkung KM 414-Tol Cikampek KM 47 diteruskan dengan contraflow sampai dengan KM 28,5.

Langkah kedua, Polri dan Kemenhub serta pihak terkait akan menyosialisasikan rute alternatif menuju Bandung dari Jakarta saat penerapan one way.

“Langkah kedua, Polri, Kemenhub, dan stakeholders terkait terus-menerus menyosialisasikan rute alternatif menuju Bandung dari Jakarta saat penerapan 'one way',” ujar Dedi.

Jalur alternatif tersebut, yakni Jagorawi-Puncak–Cisarua–Cipanas–Cianjur–Sukaluyu–Cipatat–Padalarang–Bandung atau jalur alternatif

Pemudik bisa melintasi jalur alternatif Jagorawi–Cibubur–Cileungsi–Jonggol–Cianjur–Padalarang–Bandung atau Kalimalang–Kedung Waringin–Karawang–Purwakarta--Wanayasa–Lembang–Bandung. Bisa juga jalur alternatif Kalimalang–Kedung Waringin–Karawang–Purwakarta–Sukatani–Darangdan–Cikalong–Padalarang–Bandung atau Jagorawi–Sukabumi–Cianjur–Padalarang–Bandung.

Ketiga, mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan rute alternatif dan tidak menunggu selesainya 'one way' saat masuk gerbang tol sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Langkah keempat, Polri dengan stakeholders terkait melakukan implementasi manajemen tempat istirahat atau rest area, yakni Rest Area Management System (RAMS) untuk menginformasikan kapasitas parkir kepada pengendara.

“Kelima, mengimbau masyarakat tidak berhenti di bahu jalan jika tidak dapat beristirahat di 'rest area'. Diharapkan dapat memanfaatkan 'rest area' yang berada di kota terdekat dengan keluar terlebih dahulu di gerbang tol terdekat.

Keenam ialah soal jaminan ketersediaan bahan bakar minyak, bengkel, dan fasilitas lainnya untuk membantu masyarakat ketika kendaraannya mengalami kendala.

“Memastikan ketersediaan BBM, BBM modular atau pertashop, BBM Motorist, bengkel motorist, layanan top up, posko layanan, dan pasokan listrik,” kata dia.

Terakhir, Dedi menyampaikan langkah pencegahan kemacetan saat arus balik ialah dengan meminimalisir hambatan di rute alternatif sehingga kapasitas jalan bisa digunakan optimal oleh volume kendaraan yang dialihkan ke ruas-ruas jalan alternatif.