IFBC Banner

Kritik Pedas MUI: LGBT Harus Diobati, Bukan Dibiarkan dengan Dalih Toleransi!

Senin, 09 Mei 2022 – 19:32 WIB

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis

JAKARTA, REQnews - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis mengkritik pihak yang memberikan ruang bagi pasangan gay, bahkan hingga disiarkan melalui podcast di situs YouTube.

Melalui akun Twitter pribadinya @cholilnafis mengutip sebuah unggahan yang menampilkan podcast YouTube Deddy Corbuzier bersama dengan pasangan gay asal Indonesia dan Jerman.

"Saya masih menganggap LGBT itu ketidaknormalan yang harus diobati bukan dibiarkan dengan dalih toleransi," kata Cholil dikutip pada Senin 9 Mei 2022.

Menurutnya meskipun itu bawaan lahir, bukan itu kodratnya. Cholil menyebut bahwa manusia itu yang normal adalah laki berpasangan dengan perempuan begitu juga sebaliknya.

Ia mengatakan bahwa kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak patut disiarkan hingga menjadi konsumsi publik. "Janganlah kita ikut menyiarkan pasangan LGBT itu," lanjutnya.

Dalam unggahan lainnya, Cholil pun mengutip tweet dari Said Didu. "Sepertinya LGBT sedang dibukakan pintu. Apakah komunitas mereka sudah masuk ke dalam kekuasaan?," tanya Said dalam cuitannya.

Melalui kutipannya, Cholil mengatakan agar pemilik podcast paham terkait dengan pemahaman Islam yang melarang serta mengutuk LGBT.

"Yang jelas pasangan itu sudah masuk podcatsnya. Saya berharap yang punya podcast itu paham kalau Islam melarang dan mengutuk LGBT. LGBT itu harus diamputasi bukan ditoleransi," kata Cholil.

Sebelumnya, MUI juga pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Dalam fatwa itu menyebut LGBT memiliki hukum haram dalam Islam.