IFBC Banner

Penyintas Holocaust Ukraina: Saya Selamat dari Hitler dan Stalin, Kini Lari dari Bom Vladimir Putin

Senin, 09 Mei 2022 – 16:38 WIB

Foto: Ananova.com

Foto: Ananova.com

Kyiv, REQNews.com -- Anastasia Gulej, penyintas Holocaust yang pernah bersama-sama Anne Frank, mengatakan dirinya selamat dari Hitler dan Stalin, serta yakin akan bertahan dari kebrutalan Vladimir Putin.

Gulej lari ke Jerman setelah Rusia menginvasi Ukraina, Februari lalu. Kini, dia berbicara pada upacara peringatan bagi para penyintas Holocaust.

"Saya dikirim ke Auschwitz, kemudian dipindah ke kamp Bergen-Belsen yang terkenal kejam," kata Gulej, menandai peringatan 77 tahun pembebasannya oleh pasukan Inggris dan Kanada.

Wanita berusia 96 tahun itu kemudian ebrbicara tentang genosida terhadap Ukraina dan membandingkan apa yang dilakukan Rusia dengan Nazi.

"Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan apa yang dilakukan pengadum Hitler di Kremlin di Mariupol dan Bucha," katanya. "Saya selamat dari Hitler dan Stalin, dan juga akan selamat dari Putin."

Saat di Auschwitz, Gulej berusia 19 tahun. Ia sempat bertemu Anne Frank, gadis Yahudi Belanda yang menulis buku harian di kamp itu pada usia 15 tahun.

Anne Frank meninggal di kamp Auschwitz pada usia 15 tahun. Setelah itu Gulej dipindah ke kamp Bergen-Belsen.

Gulej sebenarnya ingin bertahan di Ukraina, namun situasi mengharuskannya pergi. Rumahnya di Ukraina tepat di sebelah bandara, dan bom-bom Putin setiap saat jatuh di kepalanya.

Besama Wassyl dan Walentina, putra dan putrinya, Gulej terbang ke Jerman.

Rencanya, Gulej menerbitkan biografi bulan lalu. Namun, ia merasa perlu menambah satu bab lagi dalam biografi itu, yaitu tentang pelariannya dari Ukraina ke Jerman.

Di Jerman, Gulej mungkin bisa setiap saat melihat kamp Bergen-Belsen, tempat ia ditahan Hitler dan dibebaskan pasukan Inggris dan Kanada.

Satu hal yang dia masih ingat tentang saat kedatangan pasukan Inggris dan Kanada, yaitu ketidak-mampuan mengungkapkan rasa gembira luar biasa.