IFBC Banner

Menang, Sara Putri Duterte Dampingi Ferdinand Marcos Jr Pimpin Filipina

Rabu, 11 Mei 2022 – 11:07 WIB

Sara Duterte Carpio, putri Presiden Rodrigo Duterte menang pemilihan Wakil Presiden Filipina (Foto:Istimewa)

Sara Duterte Carpio, putri Presiden Rodrigo Duterte menang pemilihan Wakil Presiden Filipina (Foto:Istimewa)

MANILA, REQNews - Sara Duterte Carpio, putri Presiden Rodrigo Duterte, mendulang suara dan unggul telak dalam pemilihan wakil presiden (pilwapres) Filipina.

Dia kemungkinan besar akan mendampingi Ferdinand Marcos Jr memimpin Filipina.

Sara memperoleh lebih dari 50 persen suara dalam penghitungan tak resmi sementara pilwapres yang digelar Senin kemarin.

Keberhasilan Sara dalam pilwalpres bisa mempertahankan pengaruh keluarga Duterte di perpolitikan Filipina selama 6 tahun mendatang,
Hasil ini sebenarnya bukan kejutan, berbagai polling mengunggulkan perempuan 43 tahun itu akan mendampingi Marcos Jr.

Pemilihan presiden (pilpres) dan pilwalpres Filipina digelar terpisah, tidak satu paket.

Sara sebenarnya diunggulkan untuk menggantikan ayahnya menjadi presiden, namun dia memilih maju dalam pilwalpres.

Keputusan Sara untuk maju sebagai wakil mengejutkan para pengamat politik. Bahkan sempat muncul spekulasi Sara sudah membuat kesepakatan dengan Marcos Jr.

Terpilihnya Sara bisa mengamankan sang ayah, Duterte, yang diincar atas tuduhan pelanggaran HAM terkait penanganan kasus narkoba di Filipina yang menelan ribuan korban jiwa selama berkuasa.

Lebih dari 6.200 orang tewas dalam kampanye antinarkotika Duterte sejak dia berkuasa pada 2016. Namun kelompok HAM memperkirakan angka sebenarnya jauh lebih tinggi, yakni puluhan ribu orang.

Peran wakil presiden lebih terkesan seremonial di Filipina. Namun pengamat menilai bisa saja ini sebagai strategi Sara untuk mengamankan posisi presiden dalam pilpres berikutnya.

Aturan di Filipina hanya membolehkan presiden berkuasa satu periode untuk masa jabatan 6 tahun. Sehingga Sara bisa maju sebagai calon presiden 6 tahun mendatang, dengan demikian bisa melanggengkan pengaruh Duterte di kancah politik Filipina. Jabatan Duterte sebagai presiden akan berakhir pada 30 Juni mendatang.