Viral Perlakukan Kasar Buruh Pelabuhan Larantuka kepada Penumpang, Ini Kata Kapolda NTT

Kamis, 12 Mei 2022 – 20:33 WIB

Ilustrasi Pelabuhan (Foto:Media Indonesia)

Ilustrasi Pelabuhan (Foto:Media Indonesia)

KUPANG, REQNews - Maraknya keluhan dari para penumpang kapal di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, terkait dengan kasarnya perlakukan para buruh pelabuhan terhadap penumpang, membuat Polda NTT turun tangan.

Kapolda NTT Irjen Pol. Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Larantuka.

"Yang pasti ada pengelola buruh di setiap pelabuhan. Kita akan lakukan pendekatan kepada pihak pengelolanya," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis 12 Mei 2022.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan maraknya keluhan dari para penumpang kapal di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, terkait dengan kasarnya perlakukan para buruh pelabuhan saat membawa barang bawaan penumpang kapal.

Bahkan ada beberapa warga yang menuding para buruh mencoba memaksa membawa barang penumpang kapal walaupun penumpang enggan untuk menyerahkan kepada buruh pelabuhan.

Menurut dia, peran pengelola TKBM harus berjalan bagus sehingga ada koordinasi yang baik antara para buruh dan pengelola TKBM.

Ia mencontohkan koperasi TKBM di Pelabuhan Tenau Kupang yang mampu mengelola para buruh di pelabuhan itu sehingga bisa bekerja dengan benar dan tidak ada keluhan dari masyarakat atau penumpang kapal.

Menurut dia, TKBM Tenau sendiri selama ini mampu melakukan asesmen dengan baik mulai dari saat perekrutan pegawai TKBM sehingga berjalan dengan baik.

"Kemudian juga ada hak-hak yang diberikan oleh pihak koperasi kepada para buruh sehingga lebih tenang para buruh itu bekerja dan tidak berebutan penumpang," ujar dia,

Ia mengaku baru mengetahui perlakuan buruk kepada buruh di pelabuhan Larantuka tersebut karena itu dirinya akan menyampaikan hal tersebut kepada anggotanya yang bertugas di wilayah tersebut untuk segera berkoordinasi dengan pengelola kepentingan di daerah itu.

"Nanti akan saya sampaikan kepada pihak yang mempunyai tanggung jawab di Larantuka untuk berkoordinasi, agar tidak terjadi lagi seperti ini," katanya.