Satu Lagi Fakta Terbongkar, Pelaku Penculikan Anak di Bogor Pernah Bakar Rumah Ustaz Uje

Jumat, 13 Mei 2022 – 22:00 WIB

Ilustrasi Pembakaran (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pembakaran (Foto: Istimewa)

 

JAKARTA, REQnews - Ada fakta baru yang terungkap dalam kasus penculikan anak di bawah umur, yang terjadi di Bogor. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, ada 12 orang anak berhasil diculik oleh tersangka. Siapa sangka, pelaku dulunya pernah membakar rumah milik istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori alias Uje.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan mengatakan 3 orang anak tersebut yang berhasil diculik tersangka di kawasan Ragunan, Pesanggrahan dan Kemang, Kabupaten Bogor.


“Cabul juga berdasarkan keterangan tersangka dari 12 anak yang di culik dalam rentan waktu, mulai awal bulan suci Ramadhan itu ada total 12 anak yang di culik dan ada 3 orang anak berhasil dicabuli pelaku,” katanya Jumat 13 Mei 2022.

Atas perlakuannya tersebut dan hasil pengembangan, Siswo mengatakan bahwa tersangka akan dikenakan pasar berlapis terkait tindak pidana pencabulan dan tindak pidana penculikan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Tersangka juga memberikan pengakuan saat di periksa oleh petugas kepolisian, bahwasanya dirinya juga pernah menjadi salah satu korban pencabulan semasa kecil.

“Jadi menurut pengakuan tersangka sendiri juga bahwa tersangka pernah menjadi korban pencabulan, usia saat duduk di kelas 5 SD,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan juga ditemukan fakta bahwa tersangka sudah malang-melintang dalam dunia kriminal. 
Belakang Pelaku Penculikan di Bogor.

Tersangka menjelaskan beberapa penyebab atau tindak pidana yang pernah dilakukan nya sejak tahun 2014 hingga mengakibatkan dirinya harus merasakan pahitnya hidup di balik jeruji besi.

“Dari pengakuan tersangka yang berhasil kami peroleh, bahwa tersangka telah melakukan beberapa tidak pidana pada 2014 melakukan pembakaran terhadap rumah milik istri alm ustaz Jefri dan di tahan,” katanya.

Tidak hanya itu, tersangka juga pernah terlibat langsung dalam kerusuhan yang terdi pada tahun 2019 di depan Kantor Bawa Studi Jakarta.

 
“Pada tahun 2019 terlibat kerusuhan di Kantor Bawa Studi Jakarta terkait hasil pilpres, jadi memang tersangka tersebut sudah keluar masuk penjara beberapa kali,” ucapnya.