Orang Tua Tuntut Anak, Sudah 6 Tahun Nikah Belum Juga Memberikan Cucu

Sabtu, 14 Mei 2022 – 17:01 WIB

Ilustrasi Persidangan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Persidangan (Foto:Istimewa)

INDIA, REQNews - Orang tua di negara bagian Uttarakhand, India utara, menuntut anak tunggal mereka dan istrinya karena tidak memberi mereka cucu setelah enam tahun menikah.

Dilansir dari BBC, Sabtu 14 Mei 2022, orang tua bernama Sanjeev dan Sadhana Prasad mengatakan mereka menghabiskan tabungan mereka untuk membesarkan putra mereka, membayar pelatihan pilotnya, serta pernikahan mewah.

Mereka menuntut kompensasi senilai hampir 650.000 dolar AS atau Rp9,5 miliar jika tidak ada cucu yang lahir dalam waktu satu tahun. Putra mereka dan istrinya tampaknya tidak berkomentar.

Gugatan yang sangat tidak biasa diajukan dengan alasan "pelecehan mental".

Prasad mengatakan dia telah menghabiskan semua tabungannya untuk putranya, mengirimnya ke AS pada 2006 untuk pelatihan pilot dengan biaya 65.000 dolar AS atau Rp953 juta.

Dia kembali ke India pada 2007, tetapi kehilangan pekerjaannya dan keluarganya harus mendukungnya secara finansial selama lebih dari dua tahun, Times of India melaporkan. Shrey Sagar, 35, akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pilot.

Orangtuanya mengatakan mereka mengatur pernikahannya dengan Shubhangi Sinha, sekarang 31 tahun, pada 2016. Mereka berharap akan memiliki "cucu untuk bermain" selama masa pensiun mereka.

Orang tua mengatakan mereka membayar untuk resepsi pernikahan di hotel bintang lima, mobil mewah senilai 80.000 atau Rp1,1 miliar dan bulan madu di luar negeri.

"Putra saya telah menikah selama enam tahun tetapi mereka masih belum merencanakan bayi," kata Prasad.

"Setidaknya jika kita memiliki cucu untuk menghabiskan waktu bersama, rasa sakit kita akan tertahankan."

Pengacara pasangan itu, AK Srivastava, mengatakan kepada The National bahwa pasangan itu meminta uang itu "karena kekejaman mental".

"Adalah impian setiap orang tua untuk menjadi kakek-nenek. Mereka telah menunggu bertahun-tahun untuk menjadi kakek-nenek."

Kasus tersebut diperkirakan akan disidangkan di pengadilan pada 17 Mei 2022.