Kemenkes Ungkap 4 Kelompok Masyarakat yang Rentan Alami Gangguan Jiwa Akibat Pandemi Covid-19

Minggu, 15 Mei 2022 – 13:04 WIB

Gangguan Jiwa (Foto: Ilustrasi)

Gangguan Jiwa (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap adanya prevelasi peningkatan masalah kejiwaan satu hingga dua kali lipat selama Pandemi Covid-19.

"Kondisi pandemi (Covid-19) memperparah ataupun semakin mempengaruhi kesehatan jiwa," kata Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes, drg Vensya Sitohang, dikutip pada Minggu 15 Mei 2022.

Sementara dr Hervita Diatri, SpKJ mengatakan terdapat empat kelompok yang terpapar gangguan jiwa, pertama adalah kelompok yang sebelumnya tidak memiliki masalah kesehatan jiwa, hingga hangguan jiwa.

Kedua yaitu orang yang sejak awal telah mengalami masalah kesehatan jiwa, misalnya karena adanya kekerasan dalam rumah tangga sehingga Pandemi Covid-19 membuat kedekatan antara pelaku kekerasan makin intens.

Ketiga adalah kelompok yang mengalami kesehatan fisik yang kemudian kesulitan mengakses layanan kesehatan. Karena adanya rasa cemas mengakibatkan penyakitnya makin berat, lalu berdampak pada kesehatan jiwa.

Terakhir yang keempat, risiko gangguan jiwa menetap akibat suplai oksigen ke otak berkurang saat terjadi kelangkaan oksigen. Karena sekitar bulan Juli 2021 terjadi gelombang kedua Covid-19.

Bahkan masalah terkait dengan gangguan jiwa menjadi perhatian, karena adanya kecenderungan mengakhiri hidup. Dalam sebuah survei 5 bulan awal pandemi Covid-19, survey menyebut 1 dari 5 orang di Indonesia berusia 15-29 tahun sempat terpikir untuk mengakhiri hidup.

"Selanjutnya 1 tahun pasca pandemi oleh survei yang berbeda didapatkan data 2 dari 5 orang memikirkan untuk bunuh diri. Dan sekarang di tahun awal 2022 itu sekitar 1 dari 2 orang yang memikirkan untuk mengakhiri hidup," kata dr Hervita.