IFBC Banner

Brigjen Ahmad Bongkar Peran 24 Tersangka Terorisme Jaringan MIT, Ternyata Begini..

Selasa, 17 Mei 2022 – 16:25 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Polisi membongkar keterlibatan 24 orang tersangka terorisme jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pendukung ISIS yang ditangkap pada Sabtu 14 Mei 2022.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa keterlibatan 24 orang tersebut secara umum yaitu mengikuti giat atau pelatihan-pelatihan, melakukan kegiatan baiat kepada amirul mukminin ISIS yang baru. 

"Organisasi ISIS sudah memiliki pemimpin yang baru. Jadi beberapa orang ini telah melakukan baiat kepada pemimpin ISIS yang baru yaitu Abu Hasan Al Hasyim Al Quraisy," kata Ahmad di Gedung Humas Polri, Selasa 17 Mei 2022.

Ia mengatakan bahwa baiat tersebut dilakukan secara mandiri yaitu dengan membaca teks yang dikirim oleh tersangka H di salah satu grup medsos mereka. "Jadi memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan membaca teks dan dikirim melalui grup WA (WhatsApp)," katanya.

Lebih lanjut, mereka juga memberikan dukungan kepada kelompok MIT Poso yaitu berupa berencana bergabung bersama kelompok MIT, kemudian membantu penyiapan logistik termasuk logistik amunisi dan menyembunyikan informasi-informasi terkait dengan kegiatan MIT Poso.

Bahkan Ahmad mengatakan bahwa 24 tersangka itu juga turut melakukan kegiatan bidat di daerah Ampana Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Diketahui, sebelumnya 24 orang tersebut ditangkap di tiga tempat yang berbeda, yaitu 22 tersangka ditangkap di Sulawesi Tengah, satu tersangka di Bekasi dan satu lainnya di Kalimantan Timur. Adapun identitas 24 orang tersangka yang ditangkap tersebut yaitu MIR, BSS, ETO, MB, IS, FM, TT, SH, H, AWS, DRM, TL, AMW, MR, YA, DM, S, RK, LY, RK, ISR, MAR, K dan FS.  

Dari penggeledahan di rumah para tersangka tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti 8 pucuk senapan PCP beserta peredam dan penyangga, satu pucuk senapan PCP merah hitam, satu pucuk senjata api revolver, 2 buah magazine M16.

Kemudian juga terdapat 244 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 10 butir amunisi kaliber 38 special, 2 bungkus isi peluru mimis peluru, 1 buah panah, 6 buah anak panah, 22 bilah parang, 4 bilah bandit, 1 buah pisau lipat dan 26 unit handphone.