IFBC Banner

Begini Modus Bupati Ade Yasin Suap Pegawai BPK

Rabu, 18 Mei 2022 – 14:23 WIB

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan modus yang diduga dilakukan Bupati Ade Yasin untuk menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat. KPK menduga Bupati Bogor Ade Yasin menyuap pegawai BPK Anthon Merdiansyah (ATM) dkk dengan dalih dana operasional audit.

KPK telah memeriksa sembilan saksi terkait kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2021.

"Seluruh saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya perintah dari Tersangka AY untuk mengumpulkan sejumlah uang yang kemudian diduga diberikan kepada Tersangka ATM dkk sebagai dana operasional pemeriksa selama proses audit berlangsung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu 18 Mei 2022.

Kesembilan saksi itu diperiksa pada Selasa 17 Mei 2022 di gedung KPK Merah Putih. Mereka diperiksa untuk tersangka Ade Yasin. Saksi itu adalah:


1. Arif Rahman (Kepala Bappenda Kab Bogor)
2. Yukie Meistisia Anandaputri (PNS/ Wakil Direktur RSUD CIAWI Bogor)
3. Irman Gapur (PNS/ PPK di RSUD Ciawi Bogor)
4. Yeni Naryani (PNS/ Kasubbid Akuntansi BPKAD Kab. Bogor)
5. Deri Harianto (PNS/ Staf Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kab. Bogor)
6. Mika Rosadi (PNS/ Staf di Bappenda Kab. Bogor)
7. Iwan Setiawan (PNS/ Staf Dinas PUPR Kab. Bogor)
8. Nadia Septiyani (Staf outsourcing di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kab. Bogor)
9. Tubagus Hidayat (Staf outsourcing di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kab. Bogor)

 

Diketahui, Bupati Bogor Ade Yasin menjadi tersangka suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. Ia menyuap hingga Rp 1,9 miliar ke pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor bisa kembali mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat.