IFBC Banner

Obrak-abrik Kantor Alfamidi Kota Ambon, KPK Temukan Barang-bukti Ini

Rabu, 18 Mei 2022 – 14:55 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Hastina/REQnews)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Hastina/REQnews)

AMBON, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor PT Midi Utama Indonesia (MID) tbk (Alfamidi) cabang Ambon terkait kasus dugaan suap Wali Kota Ambon nonaktif Richard Louhenapessy (RL).

"Tim penyidik KPK, Jumat (13/5) juga telah melaksanakan tindakan penggeledahan di wilayah Kota Ambon yang berlokasi di kantor PT MID Tbk (Midi Utama Indonesia) Cabang Ambon," ujar Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, Rabu 18 Mei 2022.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang buktu seperti dokumen dan barang elektronik. "Seluruh bukti-bukti hasil penggeledahan diduga kuat dapat menerangkan dan mengurai perbuatan para tersangka," kata dia.

Ali mengatakan bahwa barang bukti tersebut disita dan akan dianalisis. "Selanjutnya berbagai bukti dimaksud akan dianalisis dan segera disita untuk melengkapi berkas perkara tersangka RL dkk," lanjutnya.

Diketahui, Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga menerima uang senilai Rp 500 juta terkait dengan persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail.

"Khusus untuk penerbitan terkait persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail, AR (Amri) diduga kembali memberikan uang kepada RL sekitar Rp 500 juta yang diberikan secara bertahap melalui rekening bank milik AEH (Andrew Erin Hehanussa), Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon," ujar Ketua KPK Firli Bahuri.

Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.