IFBC Banner

Usut Dugaan Korupsi Wali Kota Ambon, KPK Geledah Ruang Kerja Richard Louhenapessy

Rabu, 18 Mei 2022 – 15:16 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Hastina/REQnews)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Wali Kota Ambon Nonaktif Richard Louhenapessy dan beberapa lokasi lainnya pada Selasa 17 Mei 2022.

"Ditemukan dan diamankan berbagai bukti diantaranya sejumlah dokumen terkait keuangan termasuk catatan aliran sejumlah uang dan bukti alat elektronik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu 18 Mei 2022.

Lokasi lainnya di sejumlah titik di Kantor Pemkot Ambon, seperti Gedung A,Gedung B, Gedung C, dan Gedung D. Kemudian ada ruang kerja Sekretariat Walikota Ambon, ruang kerja Kepala Dinas dan Sekretariat Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Lalu ada ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor Dinas Perhubungan, ruang kerja Kepala Dinas dan staf kantor BPKAD dan beberapa ruangan kerja di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Diketahui, Richard Louhenapessy ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga menerima uang senilai Rp 500 juta terkait dengan persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail.

"Khusus untuk penerbitan terkait persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail, AR (Amri) diduga kembali memberikan uang kepada RL sekitar Rp 500 juta yang diberikan secara bertahap melalui rekening bank milik AEH (Andrew Erin Hehanussa), Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon," ujar Ketua KPK Firli Bahuri.

Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.