IFBC Banner

Sempat Lolos dari Hukuman Saat Tusuk Imam Masjid, Kini Imran Tusuk Polisi

Senin, 23 Mei 2022 – 19:32 WIB

Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)

PEKANBARU, REQNews - Tersangka penusukan terhadap anggota polisi bernama Deri ternyata pelaku penusukan terhadap Imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Ustaz Yazid Umar, pada 23 Juli 2020 lalu.

Imran (26) sang pelaku penusukan saat itu lolos dari hukuman, dan kini kembali mengulangi perbuatannya. Ia telah dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan.

Peristiwa penusukan terjadi pada Minggu 15 Mei 2022 sekitar pukul 15.35 WIB sore.

Pelaku datang menggunakan sepeda motor lalu berdiri di depan pagar rumah korban.

Kemudian tak lama korban keluar dan menghampiri pelaku. Korban sempat bertanya, pelaku siapa dan dari mana. Pelaku menjawab dia adalah anggota futsal.

Korban lalu menggeser dan membuka pagar rumah. Sejurus kemudian, pelaku mengambil pisau di saku dan menusukkannya ke arah perut korban.

Usai aksi itu, korban terlihat kesakitan sambil memegangi bagian perutnya yang kena tusukan.

Ketika pelaku hendak melarikan diri, anggota keluarga yang berada di rumah dan mengetahui kejadian itu, langsung keluar dan menahan pergerakan pelaku.

Warga sekitar juga turut membantu mengamankan pelaku, akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

Setelah dilakukan pemeriksaan pelaku melakukan aksinya dilatarbelakangi oleh rasa dendam kepada korban sebagai pelatih futsal.

Karena saat ada turnamen futsal, pelaku tidak dilibatkan sebagai pemain dan kerap dikucilkan kawan-kawannya.

Sementara itu pada kasus sebelumnya, pelaku melakukan penusukan kepada seorang imam masjid, perkara saat itu ditangani Polsek Pekanbaru Kota hingga bergulir di persidangan.

Namun pada 4 Februari 2021, dalam vonis hakim pelaku dinyatakan tidak bisa dipidana karena mengalami gangguan psikologis berat, berdasarkan pemeriksaan dokter.

Pelaku diminta dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan selama 1 tahun.

Februari 2022 lalu, pelaku Imran sudah selesai menjalani perawatan. Usai dirawat, ternyata dia kembali berulah.

Beruntung korban berhasil selamat. Korban hanya mengalami luka sayatan 1 cm di atas perut.

Kini Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan untuk melakukan observasi kejiwaan terhadap Imran.

Hal ini guna mengetahui dan memastikan tersangka mengalami gangguan kejiwaan.

"Sudah mulai dikordinasikan dengan pihak RSJ untuk observasi. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Andrie Setiawan, Senin 23 Mei 2022.

"Observasi yang lama itu sudah selesai, jadi harus dilakukan observasi lagi, apa update dan perkembangannya," tuturnya.

Ia menambahkan, nantinya observasi akan dilakukan lebih kurang selama 2 pekan.

Dari tangan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau dengan panjang 20 cm, 1 unit sepeda motor merk Vario warna hitam dan putih, serta sebuah kunci motor.

Dalam perkara ini, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 340 junto Pasal 53 atau Pasal 338 junto Pasal 53 dan atau Pasal 351 KUHP.