IFBC Banner

Polemik Sita Aset Milik Terpidana Jiwasraya, PT GBU Digugat Sendawar Jaya

Senin, 23 Mei 2022 – 18:03 WIB

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat (Foto: Hastina/REQnews)

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Meskipun telah disita pihak Kejaksaan Agung (Kejagung), namun masih ada polemik terkait dengan aset milik terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Heru Hidayat.

Baru-baru ini PT Gunung Bara Utama anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) yang merupakan milik Heru Hidayat digugat oleh perusahaan bernama PT Sendawar Jaya.

Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui perkara nomor 411/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL pada 13 Mei 2022.

Dalam gugatannya, Sendawar Jaya meminta majelis hakim menyatakan pihaknya sebagai pemilik yang sah atas lahan tambang seluas 5.350 hektare (ha) yang saat ini dikuasai Gunung Bara Utama.

Sebelumnya, Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tim jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) menyita tambang seluas 5.350 hektare milik Heru Hidayat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

"Aset milik terpidana Heru Hidayat yang dilakukan sita eksekusi berupa seluruh areal tambang yang berada di PT. Gunung Bara Utama (GBU) seluas 5.350 hektare area yang di dalamnya, termasuk area produksi tambang, terminal khusus (jetty), seluruh stockpile dan area perkantoran," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Jumat 20 Mei 2022.

Penyitaan tersebut dilakukan sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2931 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus 2021. Yaitu putusan pidana tambahan yang dijatuhi untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 10.728.783.375.000 (sepuluh triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

Jika terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam kasus tersebut, Heru Hidayat dihukum seumur hidup bersama-sama dengan Benny Tjokrosaputro selaku Komisaris PT Hanson International Tbk dalam kasus korupsi Jiwasraya, yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dalam prosesnya, Mahkamah Agung (MA) pun telah menolak kasasi yang diajukan oleh Heru Hidayat dan Benny Tjokro. Sehingga putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjadi berkekuatan hukum tetap.

Sehingga keduanya dijatuhi vonis membayar uang pengganti sebesar Rp 16 triliun lebih. Dengan rincian Benny Tjokro diwajibkan membayar uang pengganti Rp 6.078.500.000.000, sedangkan Heru Hidayat membayar pengganti Rp 10.728.783.375.000.